Pencarian KRI Nanggala-402 Difokuskan di 9 Titik di Celukan Bawang

Lokasi pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 akan difokuskan di sembilan titik di perairan utara Celukan Bawang, Bali.

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Lokasi pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 akan difokuskan di sembilan titik di perairan utara Celukan Bawang, Bali.

Sembilan titik tersebut ditetapkan berdasarkan data terakhir yang diterima oleh TNI dimana sebelumnya ada tumpahan minyak dan daya magnet yang sangat kuat.

Titik-titik pencarian KRI Nanggala-402 tersebut berjarak sekitar 23 nautical mile (NM) atau 40 kilometer dari perairan utara Celukan Bawang.

"Sesuai dengan data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik termasuk ada yang tumpahan maupun ada yang daya magnetnya sangat kuat," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad dalam konferensi pers di Bali, dikutip dari kanal YouTube Puspen TNI, Jumat (23/4/2021).

Riad menyampaikan, hingga kini sudah ada personel militer luar negeri yang sudah merapat ke perairan Bali, di antaranya lima personel Angkatan Bersenjata Singapura.

Kelimanya bahkan sudah bergabung dengan tim TNI yang berada di KRI dr Soeharso-990.

Kelimanya telah menjalin koordinasi sekaligus menunggu kehadiran kapal penyelamat kapal selam MV Swift Rescue milik Angkatan Laut Singapura (RSN).

Selain itu, terdapat tim pesawat Amerika Serikat (AS), P-8 Poseidon. Pesawat P-8 Posedion sendiri dijadwalkan tiba malam ini.

"Tim dari Poseidon yang nanti akan sebagai operator atau pun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti," ucap Riad.

Baca juga: Update Terbaru Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402, Bantuan dari Singapura Datang

Riad mengatakan, personel luar negeri yang sudah tiba pada hari ini telah melakukan pembagian sektor pencarian dengan personel TNI.

Tak hanya dari dua negara tersebut, bantuan dari Malaysia dan Australia juga segera merapat. Adapun Malaysia mengirimkan MV Mega Bakti, sedangkan Australia mengerahkan HMAS Ballarat (FFH 155) dan HMAS Sirius (O 266).

KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021), sekitar pukul 03.46 WIB.

Kapal selam produksi Jerman tahun 1977 itu ditengarai mengalami black out atau mati listrik total saat penyelaman sehingga kapal tersebut diperkirakan jatuh di kedalaman sekitar 600-700 meter dari permukaan laut.

Di dalam kapal tersebut, terdapat 53 awak kapal yang terdiri dari 49 anak buah kapal, 1 komandan satuan, dan 3 personel arsenal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI Fokuskan Cari KRI Nanggala-402 di 9 Titik Utara Celukan Bawang

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved