Breaking News:

Diskominfo DIY Akan Berikan Set Top Box TV Digital Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu

"Kami dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY bersama-sama melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun lembaga penyiaran khususnya

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah DIY siap menyambut kehadiran saluran TV digital.

Langkah ini bertujuan agar lembaga penyiaran televisi di daerah bisa lebih berperan terhadap daerahnya sendiri, khususnya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerahnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Rony Primanto Hari menjelaskan kepemilikan saluran TV digital di DIY dimiliki dan diproduksi oleh masyarakat DIY yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Baca juga: Pemda DIY Fasilitasi Migrasi TV Analog ke TV Digital untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pihaknya masih dalam tahapan sosialisasi dan diseminasi terkait migrasi TV digital tersebut.

"Kami dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY bersama-sama melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun lembaga penyiaran khususnya media penyiaran lokal sehingga diharapkan sudah siap bermigrasi dari TV analog ke TV digital pada Agustus 2022 mendatang," ujarnya Jumat (23/4/2021).

Pihaknya pun juga diminta melakukan penyebaran Set Top Box (STB) dari TV analog menjadi TV digital gratis kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Maka dari itu, pihaknya akan menyediakan 10.000 hingga 100 ribu STB.

Menurutnya dengan semakin banyaknya lembaga penyiaran TV digital di DIY ini akan semakin mengangkat nilai-nilai keistimewaan DIY, menyiarkan siaran dengan bahasa lokal, menggunakan produksi dan sumber daya manusia (SDM) lokal sehingga bisa menghidupkan seniman/budayawan maupun pelaku usaha lokal dan lainnya.

Baca juga: Terekam CCTV, Penjaga Burjo di Sleman Jadi Korban Penodongan 

"Terlebih TV digital ini gambarnya akan lebih bersih tidak tergantung cuaca seperti TV Analog, suara lebih jernih dan kanalnya menjadi lebih banyak karena canggih teknologinya," urainya.

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan bahwa kanal saluran televisi yang ada di DIY baru ada 12 saluran dan bisa bertambah menjadi 24 saluran televisi setelah bermigrasi ke digital kedepannya.

"Yang jelas dengan semakin banyaknya lembaga penyiaran di DIY maka edukasi yang disampaikan ke masyarakat menjadi lebih baik," tandasnya. (nto) 

Penulis: Santo Ari
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved