Sweet Sundea Siap Dukung Peternak Sapi Perah Lokal Lewat Program Piaraa.id

Sweet Sundae akan mengembakan peternakan sapi perah berkonsep modern yang bisa yakni di Piaraa.id

ist
Andromeda Sindoro Soekarno (dua dari kanan), Pemilik Sweet Sundae saat melakukan kunjungan ke kantor redaksi Tribun Jogja, Selasa (14/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sweet Sundae sebagai perusahaan yang memproduksi olahan susu antara lain ice cream, gelato dan yougurt menyadari betul bahwa produksi susu di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mencukupi.

Padahal susu dapat menjadi komoditas unggulan yang dapat berdampak baik bagi perekonomian daerah maupun Indonesia.

Indonesia hingga kini masih bergantung dengan pasokan susu dari impor sebesar 82%.

Padahal jika Indonesia dapat memaksimalkan para peternak, Indonesia juga mampu memproduksi susu dengan kualitas yang tidak kalah saing.

Demikian dikatakan Andromeda Sindoro Soekarno, Pemilik Sweet Sundae saat melakukan kunjungan ke kantor redaksi Tribun Jogja, Selasa (14/4/2021).

"Berangkat dari keprihatinan inilah Sweet Sundae tidak lagi hanya mengolah susu sebagai produk olahan. Namun mulai bergerak aktif membangun dan mengembangkan inovasi dari hulu ke hilir melalui penguatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Sleman," kata Andromeda.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sweet Sundae akan mengembakan peternakan sapi perah berkonsep modern yang bisa yakni di Piaraa.id. Sleman akan menjadi tempat untuk mengembangkan konsep peternakan modern ini. 

"Di Kabupaten Sleman sudah pernah berdiri Koperasi Warga Mulya yang bergerak dalam produksi susu segar, sehingga kehadiran Sweet Sundae diharapkan dapat menghidupkan kembali para peternak melalui suatu konsep Piaraa.id," katanya lagi. 

Piaraa.id merupakan program yang disusun oleh Sweet Sundae untuk mendukung kesejahteraan
peternak lokal sekaligus untuk memaksimalkan produksi susu.

Konsep Piaraa.id sendiri merupakan sebuah sistem yang ke depannya akan dijadikan sebagai acuan pola investasi sapi pertama di Indonesia.

Konsep ini melibatkan langsung para peternak lokal dan juga masyarakat sekitar untuk mengelola langsung.

Sehingga peternak tidak lagi akan mengalami kerugian dimana selama ini peternak cenderung mendapatkan harga susu dibawah harga jual yang ditetapkan.

"Kabupaten Sleman akan menjadi wilayah pertama di Indonesia yang dijadikan percontohan penerapan program Piara.id. Kemudian dalam kurun waktu 2-3 tahun akan mulai diaplikasikan di beberapa wilayah di Indonesia," terang Andromeda.

Konsep Piaraa.id di tahun 2019 lalu mendapatkan peringkat pertama di tingkat Internasional sebagai sebuah inovasi dalam perlombaan yang diadakan Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Filipina serta beberapa penghargaan lainnya di internasional maupun nasional.

Sebagai bentuk bakti pada Indonesia dan khususnya untuk memajukan Yogyakarta, Piara.id akan mulai digarap pertengahan tahun 2021 dan diharapkan di tahun 2022 sudah dapat diaplikasikan di wilayah lainnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved