Breaking News:

Jawa

Belasan Pedagang di Jalan Irian Klaten akan Direlokasi ke Pasar Sungkur

Belasan pedagang tersebut membongkar lapak secara mandiri karena trotoar yang ada di Jalan Irian tersebut masuk dalam program penataan ruang.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang pedagang yang biasa berjualan di Jalan Irian, Kabupaten Klaten mengemas barang-barang daganganya, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Belasan pedagang atau pembuat stempel, piala hingga plat nomor kendaraan bermotor yang biasa membuka lapak di Jalan Irian, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten mulai membongkar lapak semi permanen miliknya, Rabu (14/4/2021).

Belasan pedagang tersebut membongkar lapak secara mandiri karena trotoar yang ada di Jalan Irian tersebut masuk dalam program penataan ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Klaten tahun anggaran 2021.

Para pedagang itu untuk sementara direlokasi oleh Pemkab Klaten Pasar Buah Sungkur yang tidak jauh berada dari Jalan Irian berada.

Baca juga: Pemkab Klaten Tak Izinkan Pelaksanaan Kampung Ramadan Tahun Ini

Pantauan Tribunjogja.com di lapangan sekitar pukul 13.00, kedua sisi trotoar yang ada di Jalan Irian tersebut tampak mulai kosong dari bangunan semi permanen.

Sebagian besar lapak yang terbuat dari kayu dan sebelumnya berdiri di atas trotoar sudah mulai roboh.

Sejumlah pemilik lapak tampak merapikan kayu-kayu dari bekas lapaknya yang masih bisa di selamatkan.

Seorang pembuat stempel yang biasa berjualan di Jalan Irian itu, Agus Suhariyanto (45) mengaku jika wacana untuk pindah dari lokasi itu sudah lama dikabarkan oleh pihak Pemkab Klaten.

"Namun baru kali ini yang benar-benar serius. Kita diminta mengosongkan lapak paling lama itu Kamis (15/4/2021) besok," ucapnya saat ditemui di lapaknya.

Baca juga: ASN Dilarang Mudik Kepala OPD di Klaten Diminta Ikut Turun Tangan Mengawasi

Ia mengatakan, sebelum diminta pindah oleh Pemkab Klaten, sebanyak 18 pedagang atau pembuat stempel, piala dan plat nomor kendaraan yang biasa berjualan di Jalan Irian itu sudah menggelar rapat dengan pihak Disdagkop dan UKM Klaten.

"Pedagang di sini ada 18 pedagang, tapi sebelum diminta pindah itu sudah ada pertemuan dan kesepakatan bersama dengan dinas," ujarnya.

Menurut Agus, dirinya sudah 30 tahun mencari rezeki di Jalan Irian tersebut dari hasil membuat stempel, piala atau plat nomor kendaraan.

"Awalnya ini peninggalan bapak, kalau dihitung saya sudah 30 tahunan di sini. Jalan Irian ini memang dikenal sebagai pusatnya pembuat, stempel, piala dan plat nomor kemdaraan," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved