Breaking News:

Pasar Sore Ramadan dan Buka Bersama Tak Dilarang, Panitia Perlu Penuhi Persyaratan Ini

Pemda DIY memberikan lampu hijau terhadap segala kegiatan yang biasa digelar untuk mengisi bulan Ramadan seperti pasar sore, ngabuburit, hingga sahur

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY memberikan lampu hijau terhadap segala kegiatan yang biasa digelar untuk mengisi bulan Ramadan seperti pasar sore, ngabuburit, hingga sahur dan buka bersama di masjid-masjid.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, segala kegiatan dapat digelar dengan catatan wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Untuk takjil dan segala aktivtias untuk mengisi bulan Ramadhan ketentuannya sama.  Jadi silahkan saja diselenggarakan buka bersama tapi jumlahnya terbatas," paparnya Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Begini Penampakan Gondola Wisata di Lereng Gunung Merapi Klaten, Bisa Angkut Beban hingga 17 Ton

Ketentuan yang dimaksud Aji diantaranya, tempat ibadah hanya boleh diisi 50 persen dari total kapasitas. Panitia juga perlu menghindari sajian dengan menggunakan menu prasmanan.

"Cara menyajikan makan harus dijaga hindari prasmanan tapi lebih banyak piring terbang atau dengan box," imbuhnya.

Adapun terkait upaya pengawasan penerapan prokes bakal diserahkan kepada satuan tugas (satgas) yang dibentuk di level RT/RW hingga kelurahan.

"Pembatasan kapasitas dan penerapan prokes diawasi teman-teman Linmas dan satgas Covid-19 yang ada di sana," jelasnya.

Koordinator Gugus Tugas Covid-19 DIY Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum, Noviar Rahmad menegaskan, sepanjang PPKM tempat ibadah memang diperkenankan untuk dibuka, namun dengan menerapkan pembatasan.

Sehingga segala kegiatan peribadatan seperti salat berjamaah, tadarus, termasuk buka bersama diizinkan untuk digelar sepanjang bulan Ramadhan.

"Ini sudah ada dasar hukumnya yakni Pergub DIY nomor 24 tahun 2021 dan draft Ingub tentang perpanjangan PPKM mikro," bebernya.

Baca juga: Primadana Batik di Kulon Progo, Menggali Kreativitas dengan Batik di Tengah Pandemi Covid-19

Masih merujuk aturan tersebut, pengecualian diberi kepada tempat ibadah yang berlokasi di zona merah dan oranye. Daerah itu diwajibkan untuk menutup tempat ibadah.

"Sehingga pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing," jelasnya.

Sedangkan untuk tempat ibadah yang berada di zona hijau hingga kuning,  diminta untuk mengurus surat rekomendasi kepada satgas Covid-19 tingkat kelurahan dan kecamatan sebelum melaksanakan kegiatan untuk mengisi bulan Ramadan.

Noviar menegaskan, upaya pengajuan izin dan rekomendasi tersebut tak dipungut biaya sepeser pun. Sehingga jika ada masyarakat menemui adanya oknum yang meminta bayaran, diminta untuk segera melapor.

"Bisa ke kami atau Satgas Pungli," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved