Breaking News:

Yogyakarta

Gempa Selatan Jawa M=6,1 Terasa di Semua Pos Pengamatan Merapi

Gempa bumi tersebut sempat dirasakan oleh petugas pengamat Gunung Merapi BPPTKG di semua pos pengamatan serta terekam di seluruh stasiun.

Dokumentasi BPPTKG
Gempa tanggal 10 April 2021 pukul 14.00.15 WIB terasa di semua Pos Pengamatan dan terekam di seluruh stasiun Merapi. Hingga saat, ini tidak terlihat adanya pengaruh gempa tersebut terhadap aktivitas vulkanik Merapi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sabtu, (10/4/2021) pukul 14.00.16 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M=6,7, kemudian diperbarui menjadi magnitudo M=6,1.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

Baca juga: Gempa Bumi Berkekuatan 6,1 SR di Selatan Jawa Ikut Dirasakan Sebagian Warga DI Yogyakarta

Gempa bumi tersebut tidak ikut memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Merapi sebagaimana dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida.

Namun, kata Hanik, gempa bumi tersebut sempat dirasakan oleh petugas pengamat Gunung Merapi BPPTKG di semua pos pengamatan serta terekam di seluruh stasiun.

"Gempa tanggal 10 April 2021 pukul 14.00.15 WIB terasa di semua pos pengamatan dan terekam di seluruh stasiun Merapi," ujar Hanik, Sabtu (10/4/2021).

"Hingga saat ini, tidak terlihat adanya pengaruh gempa tersebut terhadap aktivitas vulkanik Merapi. Saat ini aktivitas vulkanik terpantau landai," sambungnya.

Baca juga: Enam Meninggal Dunia dan Satu Luka Berat Dampak Gempa M 6,1 di Malang

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved