Gempa Bumi Malang
BMKG Catat 2 Kali Gempa Susulan Setelah Gempa Bumi Magnitudo 6,1 SR Guncang Malang Siang Ini
BMKG mencatat adanya gempa susulan atau aftershock yang terjadi setelah gempa bumi magnitudo 6,1 SR mengguncang Malang pada Sabtu (10/4/2021) sekira
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BMKG mencatat adanya gempa susulan atau aftershock yang terjadi setelah gempa bumi magnitudo 6,1 SR mengguncang Malang pada Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 14.00 WIB yang guncangannya terasa hingga DI Yogyakarta.
Gempa susulan pertama tercatat terjadi pada pukul 14.53 WIB dengan magnitudo 3,2 SR Lok:8.825 LS, 112.48751 BT (77 km Barat daya KAB-MALANG-JATIM), kedalaman 46 Km.

Selanjutnya, tak berselang lama tercatat gempa susulan kedua yakni sekira pukul 15.05 WIB dengan magnitudo sedikit lebih besar dari yang pertama yakni 3,6 SR.
Adapun koordinat aftershock kedua ini yakni Lok:8.809 LS, 112.50688 BT (75 km BaratDaya KAB-MALANG-JATIM), kedalaman 41 Km.

Seorang Warga Jember yang bernama Widya, mengaku tidak merasakan aftershock baik pertama maupun kedua tersebut.
"Nggak terasa, saya posisi di teras rumah," ucapnya kepada Tribun Jogja.
Pun dengan warga di DI Yogyakarta, belum ada laporan merasakan adanya guncangan akibat gempa susulan dari gempa bumi yang berpusat di Malang Jawa Timur tersebut.
Baca juga: BMKG Update Kekuatan Gempa Bumi yang Berpusat di Malang menjadi Magnitudo 6,1, Ini Lengkapnya
Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno MSi menjelaskan mengenai kejadian gempa bumi yang terjadi Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 14.00 WIB yang awalnya diinformasikan dengan magnitudo 6,7 dan berpusat di wilayah Samudera Hindia, tepatnya wilayah Malang Jawa Timur.
"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo 6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 kilometer," ujarnya, melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja.
Ia menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Bumi Berkekuatan 6,7 SR Berpusat di Malang, Terasa Sampai DI Yogyakarta
Dampak gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Turen V MMI ( Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun ), Karangkates, Malang, Blitar IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Kediri, Trenggalek, Jombang III-IV MMI, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).
Lalu di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami," urainya. (Tribunjogja.com)