Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi, Keluarkan 15 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur Hingga 1 Km

Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga tadi malam, Kamis (8/4/2021) dan pagi ini

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Visual Gunung Merapi 8/4/2021 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga tadi malam, Kamis (8/4/2021) dan pagi ini, Jumat (9/4/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, pada Kamis malam pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi teramati mengeluarkan 15 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.

Secara visual pada periode tersebut gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Baca juga: Seruan Presiden Jokowi di KTT D-8 : Kita Harus Nolak Nasionalisme Vaksin

Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain 42 gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm dan durasi 11-71 detik serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.6 detik, dan durasi 8 detik.

Cuaca Gunung Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 15-21°C, kelembaban udara 76-88 persen, dan tekanan udara 834-916 mmHg.

Sementara, pada Jumat pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III.

"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (9/4/2021).

Pada periode tersebut, cuaca Gunung Merapi berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 19-20°C, kelembaban udara 71-75 persen, dan tekanan udara 756-915 mmHg.

Sementara, aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 28 gempa guguran dengan amplitudo 3-37 mm dan durasi 11-85 detik serta 2 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.4-0.6 detik, dan durasi 7-7.4 detik.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Baca juga: UPDATE Peta Sebaran Covid-19 hingga Jumat 9 April 2021 Pagi: Data Rinci Kasus Baru di 34 Provinsi

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved