Sosiolog UGM Arie Sujito Ingatkan Pemerintah Serius tangani Indikasi Soal ASDP Bocor, Ini Sarannya
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Didik Wardaya, Kamis (8/4/2021) mengaku sudah mendengar kabar tersebut.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jagat sosial media di Sleman dihebohkan dengan kabar bocornya soal dan kunci jawaban pada Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Didik Wardaya, Kamis (8/4/2021) mengaku sudah mendengar kabar tersebut.
Saat ini pihaknya telah membentuk tim khusus untuk meyelidiki dugaan kebocoran.
"Kemarin di medsos itu ada indikasi kebocoran soal matematika. Sedang kita telusuri," terang Didik kepada Tribun Jogja, Kamis (8/4/2021).
Dari informasi sementara yang dihimpun, Didik menduga kebocoran tersebut hanya terjadi pada soal paket pertama dari dua paket soal yang diujikan.
"Tapi ini baru indikasi. Kita masih telusuri apakah benar bocor atau tidak," paparnya.
Tim khusus juga akan menyelidiki apakah kebocoran soal itu telah merambah ke sekolah-sekolah lainnya.
"Setelah kita cocokkan akan kita lokalisir, untuk memastikan (soal bocor) tidak tersebar di sekolah lain seperti yang diindikasikan di medsos," jelasnya.
Jika terbukti mengalami kebocoran, maka sekolah akan diminta untuk menggelar ujian ulang pada mata pelajaran yang sama.
Ujian ulang hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah yang terbukti membocorkan soal dan kunci jawaban.
Sosiolog UGM Yogyakarta, Arie Sujito tidak sepakat dengan pernyataan Kadisdikpora DIY yang menyebut,
jika terbukti bocor maka ujian ulang hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah yang terbukti membocorkan soal dan kunci jawaban.
“Indikasi kebocoran soal Matematika pada ASDP SMP, melihat dari yang beredar di medsos, jika itu terbukti dan ditelusuri benar, akan dilakukan pengulangan di sekolah yang bocor. Kalau mau mengulang ujian matematika, tidak mungkin hanya satu dua sekolah yang diindikasikan bocor,” kata Arie Sujito, Kamis (8/4/2021) malam.
Di era media sosial seperti sekarang ini, lanjut dia, siapa yang bisa menjamin sekolah lain tidak mengalami hal yang sama.
“Jadi tidak adil, sekolah lain yang terkena dampaknya.
Bagaimana menentukan hanya di situ bocor. Semua sekolah harus mengulang mata pelajaran matematika, sehingga fair,” ungkapnya.
Untuk itu, dia menyatakan, pemerintah perlu diingatkan agar tim yang dibentuk menemukan titik terang sehingga kredibilitas pemerintah betul-betul teruji.
Selain itu, harus diusut karena ada penanggung jawab, ada pakta integritas penyebaran soal.
“Ini pendidikan kita, dan Yogyakarta sebagai kota pendidikan, ini harus diselesaikan fair, pemerintah harus serius,” tegasnya. (tro/rbt)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/arie-sujito-saat-menjadi-narasumber-diskusi-daring-fisipol-ugm.jpg)