Breaking News:

UPDATE Terbaru Data Korban Banjir Bandang NTT, 138 Orang Tewas, Puluhan Dinyatakan Hilang

UPDATE Terbaru Data Korban Banjir Bandang NTT, 138 Orang Tewas, Puluhan Dinyatakan Hilang

ANTARA FOTO/Pion
Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Data terbaru jumlah korban tewas bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur yang diupdate oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 138 orang.

Jumlah itu kemungkinan masih akan terus bertambah karena hingga saat ini masih ada puluhan orang yang dilaporkan hilang.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, hingga Rabu (7/4/2021) pukul 20.00 WIB korban meninggal dunia mencapai 138 jiwa.

"Sehingga total korban meninggal yang ditemukan jasadnya mencapai 138 orang," kata Doni dalam konferensi pers, Rabu (7/4/2021) malam.

Menurut Doni, jumlah korban meninggal dunia di Flores Timur bertambah menjadi 67 orang.

Kemudian, sebanyak 32 orang meninggal di Kabupaten Lembata.

Kemudian, tercatat 25 orang meninggal di Kabupaten Alor, 4 orang meninggal di Kabupaten Malaka, 5 orang di Kabupaten Kupang, 2 orang di Kabupaten Sabu Raijua.

Baca juga: Polri Kerahkan Mobil Dapur Umum, Logistik, Kapal Hingga Perahu Karet Bantu Korban Banjir NTT

Baca juga: UPDATE Data Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor NTT, 68 Tewas, 70 Orang Masih Hilang

Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari.
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. (ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD)

Selanjutnya, tercatat masing-masing 1 orang meninggal dunia di Kabupaten Ende, Kota Kupang, dan Kabupaten Ngada.

Selain itu, Doni menyebut masih ada 61 orang yang masih hilang akibat banjir bandang.

Rinciannya, sebanyak 25 orang hilang di Kabupaten Alor, 35 orang di Kabupaten Lembata, dan 6 orang di Kabupaten Flores Timur.

"Masih dalam pencarian sebanyak 61 orang," ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun BNPB hari ini per pukul 14.00 WIB, tercatat ada 124 korban meninggal dunia dan 74 orang hilang akibat bencana banjir bandang di NTT.

"Jadi perkembangan terakhir dari data yang kami dapatkan 124 jiwa yang meninggal," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam konferensi pers, Rabu (7/4/2021).

Adapun penyebab banjir bandang serta tanah longsor yang menimpa wilayah NTT adalah siklon tropis seroja dan intensitas hujan yang tinggi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepala BNPB: Korban Jiwa Banjir NTT 138 Orang, 61 Masih Dicari

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved