Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi: Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,3 Km, Angin Bertiup ke Timur

Gunung Merapi (2.968 mdpl), kembali mengeluarkan awan panas guguran pagi ini Rabu (7/4/2021) pukul 02.09 WIB.

Dok BPPTKG
Awan panas guguran Merapi tanggal 7 April 2021 pukul 2.09 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 114 detik. Estimasi jarak luncur ±1300 meter ke arah barat daya. Angin bertiup ke timur. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl), kembali mengeluarkan awan panas guguran pagi ini Rabu (7/4/2021) pukul 02.09 WIB.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 114 detik.

"Awan panas guguran Merapi tanggal 7 April 2021 pukul 02.09 WIB, estimasi jarak luncur kurang lebih 1.300 meter ke arah barat daya. Angin bertiup ke timur," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Amalkan Doa Untuk Kedua Orang Tua, Doa Yang Diajarkan Nabi Ibrahim Kepada Anaknya

Hanik melanjutkan, pada periode hari ini pukul 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 13-22°C, kelembaban udara 71-90 persen, dan tekanan udara 567-706 mmHg. Volume curah hujan 3 mm per hari.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 1 awan panas guguran dengan amplitudo 40 mm dan durasi 114 detik serta 27 gempa guguran dengan amplitudo 3-36 mm dan durasi 10-91 detik.

Sementara, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Selasa (6/4/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, tidak dilaporkan adanya awan panas guguran atau pun guguran lava pijar.

Hanik menjelaskan, pada periode tersebut gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur. Suhu udara 14-22°C, kelembaban udara 72-98 persen, dan tekanan udara 568-708 mmHg. Volume curah hujan 123 mm per hari.

Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain 37 gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan durasi 12-106 detik serta 1 gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm dan durasi 13 detik.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Resep Praktis Membuat Mie Celor Tempura Edisi Ramadhan, Anak Kost Wajib Coba!

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved