Breaking News:

Kabupaten Sleman

Dinkes Sebut Penambahan Kasus pada Klaster Takziah di Dua Padukuhan di Sleman Sudah Berhenti

Klaster takziah yang sempat merebak di dua padukuhan yaitu di Padukuhan Plalangan, dan Padukuhan Blekik sudah berhenti.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
covid19.kemkes.go.id
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menyebut, klaster takziah yang sempat merebak di dua padukuhan yaitu di Padukuhan Plalangan, Kapanewon Sleman, dan Padukuhan Blekik, Kapanewon Ngaglik sudah berhenti.

Bahkan, hari ini dikatakan sudah selesai menjalani Isolasi. 

"(Klaster takziah) sementara ini, sudah berhenti. Dalam artian bahkan hari ini  sudah selesai isolasi," kata Joko, Senin (5/4/2021). 

Warga Padukuhan Blekik yang dinyatakan positif totalnya ada 86 orang.

Baca juga: Hindari Kerumunan, Pelaku Wisata di Sleman Jalani Vaksinasi Covid-19 dengan Layanan Drive-Thru

Sedangkan di Padukuhan Plalangan, jumlah warga positif tercatat sebanyak 38 orang.

Saat ini, penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid di dua padukuhan tersebut menurutnya sudah berhenti. 

Joko mengatakan, terungkapnya dua klaster takziah di Bumi Sembada karena tracing yang dilakukan oleh jajarannya di Puskemas bersifat massif, sehingga ketika ada penularan di masyarakat langsung bisa diketahui. 

"Kalau yang untuk (klaster) layatan dan hajatan, jujur saja kalau tracingnya aktif seperti di Ngaglik dan Sleman kemarin, ya banyak. Itu kan kemarin tracingnya luar biasa, sehingga ketahuan," kata dia.  

Joko mengatakan, klaster yang saat ini masih berkembang di Sleman tinggal yang ada di sebuah resto di kawasan tempat wisata.

Baca juga: Jelang Ramadan, Pemkab Sleman Waspadai Klaster Nyadran

Total sudah ada 17 orang positif.

Hingga kini tracingnya belum selesai, masih menyasar ke keluarga. 

Terpisah, Panewu Ngaglik, Subagyo mengungkapkan, warga Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, yang sempat menjalani isolasi di selter maupun Rumah Sakit sekarang sudah selesai semua. Menurutnya, tinggal menjalani isolasi di rumah selama 4 hari. 

Kendati demikian, akses keluar masuk perkampungan, saat ini masih dilakukan pembatasan.

"Akses masih dibatasi sampai hari Jumat (9/4/2021)," jelas dia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved