Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 1 April 2021, Terjadi 18 Kali Guguran Lava Pijar dalam 6 Jam

Gunung Merapi teramati mengalami 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya pagi ini.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 31 Maret 2021 pukul 08.11 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 57 mm dan durasi 79 detik. Jarak luncur ±1000 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) kembali menunjukkan aktivitas erupsi 2021 pagi ini (Kamis,1/4/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi teramati mengalami 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.

Selain itu, gunung tampak jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menuturkan pada periode tersebut terjadi beberapa aktivitas kegempaan gunung merapi.

Baca juga: Persiapan PTM di Magelang, Bilik Pengungsi Merapi di Sejumlah Sekolah Dibongkar

Di antaranya 49 gempa guguran dengan amplitudo 3-36 mm dan durasi 13-87 detik; 1 gempa hembusan dengan amplitudo 10 mm dan durasi 24 detik; serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.4 detik, dan durasi 6 detik.

Secara meteorologi, cuaca gunung merapi cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah ke arah utara.

Suhu udara 15-20 °C, kelembaban udara 70-75 persen, dan tekanan udara 832-913 mmHg.

Sementara, pada periode sebelumnya Rabu (31/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.100 m ke arah barat daya.

Pada periode tersebut, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut di antaranya 41 gempa guguran dengan amplitudo 3-45 mm dan durasi 12-91 detik; 1 gempa hembusan dengan amplitudo 4 mm dan durasi 15 detik; 2 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 6-12 mm, S-P 0.6-0.8 detik, dan durasi 8-11 detik; serta 1 gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P 4.5 detik, dan durasi 65 detik.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan.

Angin bertiup sedang ke arah utara.

Suhu udara 14-19 °C, kelembaban udara 70-90 persen, dan tekanan udara 834-935 mmHg.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Baca juga: Menikmati Keindahan Puncak Merapi Sambil Ngopi di Kemalang Klaten

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tambah Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved