Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Pagi Ini Rabu 31 Maret 2021, Terjadi Awan Panas Guguran dan 16 Kali Lava Pijar

Gunung Merapi (2968 mdpl) kembali menunjukkan aktivitas erupsi 2021 yang cukup intens pagi ini (Rabu, 31/3/2021).

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 31 Maret 2021 pukul 08.11 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 57 mm dan durasi 79 detik. Jarak luncur ±1000 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2968 mdpl) kembali menunjukkan aktivitas erupsi 2021 yang cukup intens pagi ini (Rabu, 31/3/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, telah terjadi awan panas guguran gunung merapi pagi ini pukul 08.11 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 57 mm dan durasi 79 detik.

"Jarak luncur kurang lebih 1.000 m ke arah barat daya," ujar Hanik, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Update Gunung Merapi Pagi Ini Selasa 30 Maret 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,5 Km

Ia melanjutkan, pada periode pengamatan Gunung Merapi pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 16 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.

Pada periode tersebut, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup sedang ke arah timur. Suhu udara 13-22 °C, kelembaban udara 71-93 persen, dan tekanan udara 833-900 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut di antaranya 25 gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm dan durasi 14-109 detik, 3 gempa hembusan dengan amplitudo 5-26 mm dan durasi 10-24 detik, 4 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-12 mm, S-P (0.5-0.8 detik, dan durasi 8-10 detik, serta 1 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 41 mm dan durasi 8 detik.

Hanik menambahkan, pada periode sebelumnya, yakni Selasa (30/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, gunung jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

"Teramati 1 kali guguran lava pijar di kubah tengah dan 13 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.000 m," bebernya.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Baca juga: BREAKING NEWS: Merapi Beruntun Luncurkan Awan Panas Guguran Volume Besar

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved