KGPH Hadiwinoto Meninggal Dunia

Fakta Meninggalnya KGPH Hadiwinoto Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X

Adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto atau akrab disapa Gusti Hadi telah tutup usia

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Suasana rumah duka almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, Rabu (31/3/2021).  

Aji tidak mengetahui bahwa Gusti Hadi sempat menajalani perawatan di RS.

Sebab, tiga hari lalu dirinya sempat menggelar rapat bersama dengan almarhum.

"Saya tidak mendapatkan informasi kalau gerah di RS karena tiga hari yang lalu saya rapat dengan beliau tentang pertanahan," ujarnya.

"Beliau tidak kelihatan gerah. Masih banyak informasi yang disampaikan beliau. Kalau tentang tanah kesultanan kan paling menguasai," jelasnya.

KGPH Hadiwinoto
KGPH Hadiwinoto (Tribun Jogja/ Ekasanti Anugraheni)

Baca juga: KGPH Hadiwinoto Tutup Usia, Gamelan Keraton Tak Dimainkan Selama Tiga Hari

Baca juga: Biodata KGPH Hadiwinoto, Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X yang Meninggal di RS Sardjito Pagi Tadi

3. Jabat Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo

Sebelum meninggal, Gusti Hadi memegang jabatan penting di Keraton Yogyakarta.

Dia menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo.

Jabatan ini mengurusi tanah milik keraton.

Aji mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang ramah dan rendah hati.

Selain itu, almarhum juga memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang tanah kasultanan.

"Sehingga jadi kamus bagi kami tentang informasi-informasi pertanahan khususnya tanah kasultanan sehingga tentu kami sangat kehilangam beliau. Untuk mencari sosok yang memiliki penguasaan seperti beliau itu tidak mudah," ujarnya.

4. Gamelan Keraton Tidak Dibunyian Tiga Hari

Dalam suasana berduka atas wafatnya Lurah Pangeran sekaligus Penghageng KHP Parasraya Budaya, gamelan keraton tidak diperkenankan untuk dibunyikan selama tiga ke depan.

Saat ini jenazah telah disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Kenari, Gang Tanjung VII UH 2/322 (Utara Masjid P. Diponegoro, Kompleks Balaikota Yogyakarta), pada pukul 11.30 WIB. 

Pantauan Tribun Jogja di lokasi, deretan karangan bunga tampak tertata rapi membanjiri sebagian ruas jalan di sekitar rumah duka.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved