Nilai Tukar Rupiah

Analisis dan Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Rabu 31 Maret 2021

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah dan tembus ke Rp 14.500 per dolar AS

Editor: Iwan Al Khasni
MARVIN RECINOS / AFP
Dollar AS 

Tribunjogja.com --- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah dan tembus ke Rp 14.500 per dolar AS.

Di pasar spot, Selasa (30/3), rupiah melemah 0,24% ke Rp 14.480 per dolar AS. Sementara, di kurs tengah BI atau Jisdor, rupiah melemah 0,33% ke Rp 14.481 per dolar AS.

Ady Pangestu, Analis HFX Berjangka mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh yield US Treasury yang kembali sentuh rekor tertinggi di level 1,76% per Selasa (30/3/2021).

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana menambahkan faktor yang membuat rupiah melemah juga datang dari kenaikan harga minyak setelah OPEC kembali memangkas produksi minyak.

Selain itu, likuiditas global saat ini turut terganggu karena perusahaan investasi AS Archegos Capital terpaksa melepas kepemilikan sahamnya karena kesulitan keuangan.

"Tidak heran investor akhirnya menahan diri dan berpotensi terjadi capital flight, investor cenderung beralih memegang kas," kata Fikri.

Belum lagi, adanya risiko geopolitik AS dan China terkait boikot beberapa merek dagang AS di China, turut memberi sentimen negatif bagi rupiah.

Tidak bisa dipungkiri, kekhawatiran kondisi global ini membuat rupiah cenderung melemah. Sementara, fundamental dalam negeri kuat.

Fikri memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 14.450-Rp 14.550. Secara teknikal Ady juga memproyeksikan rupiah masih cenderung bearish di rentang Rp 14.500-Rp 14.550 untuk perdagangan, Rabu (31/3/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan

Pantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Pantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (TRIBUNJOGJA.COM)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan 1,55% di level 6.071,44 pada perdagangan Selasa (30/3/2021).

Pergerakan IHSG didorong oleh koreksi sektor property yang minus 2,55% dan pertambangan yang amblas 2,38%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher, mengatakan, IHSG ditutup melemah dibayangi oleh kenaikan yield obligasi Amerika Serikat.

Serta beberapa emiten yang merilis laporan keuangan tahun 2020 mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved