Breaking News:

Jawa

Muncul Akun Whatsapp Catut Nama Bupati Klaten Sri Mulyani, Diskominfo: Itu Bukan Nomor Bupati

Kasus pencatutan nama Bupati Klaten Sri Mulyani terkait pesan pemberian bantuan pembangunan masjid terjadi di dua tempat berbeda.

wired.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Beberapa waktu terakhir beredar akun WhatsApp (WA) yang memasang foto dan mengatasnamakan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Akun tersebut diketahui menghubungi pengurus-pengurus masjid yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten, Amin Mustofa, mengatakan jika akun WA dengan nomor 081-333-xxx-xxx itu bukan lah nomor WA Bupati Klaten Sri Mulyani.

"Kami pastikan nama Bupati Klaten Sri Mulyani dicatut untuk kepentingan pribadi.  Saya mengklarifikasi nomor tersebut bukan nomor Bupati Klaten Sri Mulyani biar pun menggunakan foto profil beliau," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Begini Respon Bupati Klaten Sri Mulyani

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi dari beberapa pihak pengurus masjid yang dihubungi oleh nomor tersebut.

"Masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah mempercayai nomor WA tersebut. Kami masih mengumpulkan informasi terkait motif pelaku. Upaya hukum akan kami tempuh jika memang ada bukti pelanggaran," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Mujab, mengatakan jika modus pelaku pencatutan nama bupati Klaten yakni mengaku akan akan memberikan bantuan pembangunan masjid.

"Kami memperoleh laporan Jumat (26/03/2021) pekan kemarin. Pelaku mengaku Bupati Klaten Sri Mulyani. Menghubungi takmir masjid untuk membuka rekening dan mengatakan akan mentransfer sejumlah uang," ucapnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tinjau Ketersediaan Beras di Gudang Bulog Klaten

Ia pun menjelaskan jika informasi Bupati Klaten bakal mentransfer dana pembangunan masjid itu tidak benar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus pencatutan nama Bupati Klaten Sri Mulyani terkait pesan pemberian bantuan pembangunan masjid terjadi di dua tempat berbeda.

Pertama pelaku menghubungi takmir masjid Mansyurin di Desa Serenan, Juwiring dan lainnya di Joglo Baitul Makmur.

Pelaku memerintahkan takmir masjid membuka rekening. 

Modus ini dilakukan pelaku diduga untuk menguras isi rekening kas takmir masjid dengan dalih meminta nomor rekening bank. ( Tribunjogja.com

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved