Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Ditegur Sri Sultan HB X Soal Klaster Takziah, Pemkab Sleman Perketat Kegiatan Sosial di Masyarakat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti teguran dari Sri Sultan HB X dan memperketat kegiatan masyarakat

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dukuh Plalangan Pandowoharjo Sleman, Jamaludin, (baju putih), sedang berjaga di pintu keluar- masuk kampung Plalangan. Akses jalan sementara dijaga ketat, untuk membatasi tamu yang datang, sebab muncul klaster Takziah di kampung tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, memberi teguran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, agar tidak lengah untuk melakukan pengawasan kepada warganya hingga level Rukun Tetangga (RT).

Hal ini menyusul ditemukan dan munculnya dua padukuhan yang menjadi klaster baru penularan covid-19 setelah kegiatan takziah.

Ngarso Dalem menyayangkan terkait munculkan klaster penularan Covid-19 di masyarakat tersebut, padahal saat ini DIY masih dalam status Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. 

Menyikapi hal itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti teguran dari Gubernur DIY tersebut, terutama terkait klaster penularan Covid-19 di dua padukuhan di Sleman.

Baca juga: BREAKING NEWS : Warga yang Dinyatakan Positif dari Klaster Takziah di Plalangan Sleman Bertambah

Baca juga: BREAKING NEWS : Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 283 Kasus, Sleman Dominasi Kasus Baru

Menurutnya, klaster tersebut muncul setelah kegiatan sosial di masyarakat yaitu takziah.

Sebab itu, kegiatan sosial di masyarakat ke depan bakal lebih diperketat.

Pihaknya pun akan segera menggelar rapat bersama Lurah hingga Dukuh se-Kabupaten Sleman. 

"Kami akan perketat lagi. Boleh layatan, asalkan mematuhi prokes, dan tidak boleh lama - lama. Apalagi bergerombol, itu jangan," kata dia, Selasa (30/3/2021). 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Berdasarkan informasi yang diterima, kata dia, sebenarnya warga yang datang dan mengikuti layatan di padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik dan Plalangan, Pandowoharjo, Sleman kebanyakan sudah mengenakan masker.

Bahkan, saat prosesi pemakaman jarang warga yang membuka masker. 

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved