Apakah Bercinta Pakai Kondom Tetap Bisa Hamil? Berikut Penjelasannya

Ya, meski pakai kondom saat melakukan hubungan intim tetap bisa hamil jika tidak memperhatikan beberapa hal.

Editor: Rina Eviana
net
kondom 

Tribunjogja.com - Apakah pakai kondom tetap bisa bikin hamil? Pertanyaan ini lazim terdengar dalam kehidupan sehari-hari.

Ya, meski pakai kondom saat melakukan hubungan intim tetap bisa hamil jika tidak memperhatikan beberapa hal.

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan saat bercinta.

Ilustrasi penis, kondom
Ilustrasi penis, kondom (Photo by Deon Black from Pexels)

Meski begitu, penggunaan kondom saat bercinta juga masih terdapat risiko kehamilan. Hal itu bisa terjadi karena cara pemakaian yang salah dan adanya kerusakan pada kondom.

Menurut Planned Parenthood, kondom eksternal yang biasa dipakai oleh laki-laki efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen. Tapi peluang terjadinya kehamilan masih ada karena sejumlah laki-laki tidak memakai kondom dengan cara yang benar.

Berikut 7 hal yang harus diperhatikan agar pemakaian kondom efektif mencegah kehamilan:

1. Ukuran

Penting untuk memakai kondom dengan ukuran tepat. Produsen kodom biasanya menyediakan dua ukuran yang dikenal dengan istilah ‘pas’ dan ‘XXL’.

Memang tidak dijelaskan secara detail ukuran kondom. Tapi kebanyakan kondom ukuran standar cocok untuk sebagian besar Mr P.

Ketika dipakai, kondom seharusnya meregang dan panjangnya pas dengan Mr P. Apabila ternyata ukuran Mr P lebih panjang dari kondom, maka seharusnya memilih kondom XXL.

Tapi beberapa laki-laki dengan Mr P lebih besar ada yang memilih memakai kondom ukuran standar agar lebih ketat.

Sebaliknya, ada laki-laki yang tidak nyaman memakai kondom ukuran pas. Mereka memilih memakai kondom yang berukuran lebih besar.

Hal inilah yang kemudian bisa meningkatkan risiko kehamilan walau sudah memakai kondom. Oleh karenanya, penting untuk menyesuaikan ukuran kondom dengan ukuran Mr P.

Baca juga: Mr P Suami Terlalu Besar? Berikut Tips Mengatasinya Agar Bercinta Terasa Tetap Nyaman

2. Penyimpanan

Beberapa laki-laki menyimpan kondom di dompet untuk keadaan "darurat". Tapi ternyata itu bukan cara yang baik untuk menyimpan kondom.

Panas tubuh dan gesekan dapat merusak kondom karena dompet cenderung diletakkan di kantung celana. Dengan begitu dapat menurunkan kualitas kondom.

Tidak disarankan pula untuk menyimpan kondom di dalam mobil, kamar mandi, atau saku dalam waktu yang lama. Sebaiknya, simpan kondom di tempat yang sejuk seperti laci atau lemari.

Lalu apabila berencana bepergian dan bercinta di tempat lain, masukkan kondom ke tempat perlengkapan mandi, dompet koin, atau kantung di samping tas beberapa jam sebelum digunakan.

3. Tanggal kedaluwarsa

Kondom memiliki tanggal kedaluwarsa. Jangan sampai menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa karena kondom lebih mudah rusak. Telitilah sebelum membeli dan menggunakan kondom.

Periksa tanggal kedaluwarsanya lebih dulu. Apabila ternyata masih bisa digunakan, langkah selanjutnya yang harus digunakan adalah memeriksa kondisi fisik kondom.

Periksa dengan cermat dan pastikan tidak ada kerusakan atau lubang sekecil apapun. Jika semua aman, kondom dapat digunakan saat bercinta.

ilustrasi
ilustrasi (net)

4. Penggunaan

Kondom eksternal yang bisa digunakan laki-laki dapat dipasang setelah Mr P ereksi, tepat sebelum penetrasi dilakukan.

Pastikan kondom menutupi seluruh Mr P, dari kepala hingga pangkal. Jangan sampai ada gelembung udara.

Dot di ujung kondom juga tidak boleh mengandung udara karena dibutuhkan untuk menyimpan air mani saat ejakulasi.

5. Pemakaian

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pakailah kondom setelah Mr P benar-benar ereksi. Pakailah dengan cara yang tepat. Kondom harus pas seperti beanie, bukan topi mandi.

Buka gulungan kondom secara perlahan dan mulai diletakkan di kepala Mr P. Setelah itu pegang bagian ujung kondom yang berbentuk seperti dot, lalu gunakan tangan lain untuk memakaikan kondom ke Mr P. Pastikan tidak ada gelembung udara.

Apabila ingin menggunakan pelumas, bisa dipakai di dalam atau di luar kondom. Lalu jika sisi kondom yang dipakaikan ke Mr P ternyata salah, maka sebaiknya buang kondom dan gunakan yang baru.

Baca juga: Sebaiknya Hati-hati Saat Melakukan 3 Posisi Bercinta Ini, Bisa Bikin Miss V Lecet

6. Melepasnya

Setelah ejakulasi, Mr P harus langsung ditarik keluar dari Miss V. Sambil mengeluarkan, laki-laki harus memegang kondom di bagian ujung dan pangkal Mr P.

Ini mencegah kondom terlepas dari Mr P atau tersangkut di Miss V. Jika Mr P sudah keluar sepenuhnya dari Miss V, tarik kondom secara perlahan.

Berhati-hatilah agar air mani tidak tumpah. Setelah lepas, ikat ujung kondom agar air mani tidak keluar. Kemudian langsung buang, jangan malah menyiramkan air mani.

7. Pakai yang baru

Seperti yang dikatakan sebelumnya, setelah ejakulasi kondom harus dilepas.

Apabila masih ingin terus melanjutkan sesi bercinta, gunakan kondom yang benar-benar baru. Cara pemakaiannya disesuaikan dengan yang telah diungkap sebelumnya.

8. Rencana lain

Meskipun sudah berhati-hati memakai kondom, apapun bisa terjadi. Misalnya kondom tiba-tiba robek. Jika hal ini terjadi, segera hentikan dan keluarkan Mr P dari Miss V lalu lepaskan kondom.

Jika ada alat kontrasepsi lain yang sedang digunakan seperti IUD atau pil, kemungkinan kehamilan tidak akan terjadi. Namun apabila tidak yakin, bisa juga minum pil kontrasepsi darurat yang bisa didapatkan di apotek.

Pil EC harus segera diminum dalam jangka 3-5 hari setelah bercinta dilakukan. Makin cepat makin baik. 

Penting untuk digarisbawahi walau kondom efektif mencegah kehamilan saat digunakan dengan benar, tetap ada kemungkinan kehamilan terjadi. Untuk lebih aman, tidak ada salahnya menggunakan jenis kontrasepsi lain bersama dengan kondom.(Nova)

Sumber: Nova
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved