SMP/MTs Se-DI Yogyakarta Gelar Simulasi ASPD di Sekolah

Asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) akan segera dilaksanakan di 5 kabupaten/kota di DIY untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) akan segera dilaksanakan di 5 kabupaten/kota di DIY untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

ASPD direncanakan akan digelar secara tatap muka di sekolah masing-masing. Siswa yang terlibat adalah seluruh siswa kelas VI dan IX.

Baca juga: Persiapan ASPD, SMPN 4 Yogyakarta Gelar Simulasi Bersama Siswa

Khusus jenjang SMP, ASPD akan dilaksanakan 5-8 April 2021. Sementara, untuk jenjang SD pada akhir Mei.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, hanya DIY yang menyelenggarakan ASPD. Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rochmat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ASPD mengacu kepada prosedur operasional standar (POS) dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY kepada masing-masing dinas pendidikan kabupaten/kota.

Di dalamnya, ungkap Rochmat, dijelaskan setidaknya ada 2 tujuan pelaksanaan ASPD. Pertama, untuk mengukur hasil belajar siswa selama pandemi.

"Sudah dijelaskan beberapa tujuan ASPD. Ada 2 setidaknya, pertama pengukuran keberhasilan belajar. Kita tahu ada penurunan hasil belajar selama pandemi, tetapi penurunan itu sejauh mana itu yang perlu kita ukur. Sehingga akan kita ketahui secara umum kalau terjadi penurunan itu sejauh mana," ujar Rochmat kepada Tribunjogja.com, Senin (29/3/2021).

Kedua, lanjutnya, ASPD dapat digunakan sebagai salah satu komponen penilaian siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.

"Kedua, di balik itu juga ASPD kita manfaatkan untuk seleksi ke jenjang yang lebih tinggi," kata Rochmat.

Adapun ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sekolah untuk menyambut ASPD di masa pandemi.

Rochmat menuturkan, pertama adalah persiapan dari sisi materi. Sekolah-sekolah selama ini telah melakukan tes pendalaman materi (TPM) secara daring.

"Hasilnya (TPM) tidak terlalu jauh dengan UN (ujian nasional) dulu, sudah memberi gambaran masing-masing sekolah," imbuhnya.

Kedua, ungkap Rochmat, adalah persiapan dari sisi sarana dan prasarana.

"Karena datang (tatap muka) ke sekolah, perlu ada protokol. Paling tidak anak pernah mencoba. Dia datang lewat jalur mana, cuci tangan di wastafel, sudah mengalami antre," bebernya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Bertambah 106 Kasus Baru, 6 Pasien Dilaporkan Meninggal

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved