Rubrik Otomotif Gaspol 52: Suzuki RC Sprinter, 'Ayam Jago' Pertama di Indonesia
Sepeda motor lawas atau motor klasik banyak yang menjadi incaran para kolektor. Umumnya, karena populasinya yang tak banyak atau bisa dibilang
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Sepeda motor lawas atau motor klasik banyak yang menjadi incaran para kolektor. Umumnya, karena populasinya yang tak banyak atau bisa dibilang cukup langka.
Motor lawas yang menjadi incaran para kolektor ini harganya bisa melambung tinggi, satu di antaranya yakni Suzuki RC Sprinter yang terakhir kali diproduksi pada 1992 silam.
Hal tersebut diamini oleh Ridwan Mulya Nugraha owner Suzuki Sprinter sekaligus pecinta motor lawas 2-tak asal Magelang, Jawa Tengah.
Iwan, begitu ia akrab disapa menceritakan, Suzuki Sprinter miliknya ia beli pada 2017 silam diharga yang relatif murah ketika itu yakni Rp 3 jutaan. Namun apabila ditelusuri melalui marketplace atau platform jualan online, motor yang pertama kali meluncur pada tahun 1988 ini kini tembus diangka penjualan Rp 10 jutaan.
Baca juga: Aqua Dwipayana Hadiri Penganugerahan Doktor Kehormatan dari IPB kepada Letjen TNI Doni Monardo
"Saya dapat motor ini dari teman di Jogja, kondisinya masih sama dan tidak ada yang saya ubah. Saya beli 2017, full paper, ketika itu Rp 3 jutaan. Karena populasi motor ini tidak banyak, dan jadi incaran kolektor, mungkin itu sebabnya harganya pun kini melambung tinggi," ujar Iwan beberapa waktu lalu.
Tidak banyaknya populasi Suzuki Sprinter ini cukup beralasan. Sebab, motor bebek sport alias ayam jago (ayago) 2-tak yang pertama mengaspal di Indonesia ini tidak sepopuler motor bebek yang merajai jalanan pada masa itu.
Alasannya harga ayago biasanya lebih mahal dari bebek. Selain itu citra ayago juga berbeda dari bebek, ayago punya kesan sebagai motor kencang, berbeda dengan bebek yang lebih bersahaja.
"Ada tiga seri yang dirilis Suzuki ketika itu. Di kelas sport ada Suzuki RGR, untuk kelas trail ada Suzuki TS-125, untuk bebeknya ya Sprinter ini. Secara spesifikasi hampir serupa dengan Suzuki RC, beda di bagian body depan dan belakang saja," ujarnya.
Keunikan di bagian body itu pula yang membuat Iwan kepincut untuk mengoleksi Suzuki RC Sprinter ini.
"Keunikan motor ini menurut saya pribadi ada di bagian body belakang, untuk kategori ayago yang masuk ke Indonesia ini cukup unik karena berbeda dengan Yamaha Champ, kompetitornya ketika itu. Sementara Suzuki Sprinter ini berbeda dengan Suzuki Bravo atau Suzuki FR," ujar Iwan.
"Stoplamp belakang ini sangat sporty, hampir sama bentuknya dengan Suzuki RGR," tambahnya.
Ayago Pertama di Indonesia
Suzuki RC100 Sprinter adalah bebek sport atau bisa disebut juga Ayago lokal pertama yang pernah diluncurkan oleh ATPM Suzuki Indonesia (Indomobil Group).
Motor ini terbilang unik pada masanya, sebab selain punya shock depan ala motor sport, Suzuki RC Sprinter juga merupakan produk perbaikan dari versi awal generasi RC-100 series.
Keberadaan motor ini sejatinya adalah untuk dijadikan penjegal utama produk kompetitornya waktu itu adalah Yamaha Alfa.
"Kesan pertama dari Suzuki Sprinter ini adalah sporty, pelopor dari motor ayam jago di Indonesia yang setelah beberapa tahun kemudian akan mengalami booming hingga kini, sebagai contoh adalah Suzuki Satria FU 150 dan Honda Sonic," ujar Iwan.
Sayang produksinya terhenti pada 1992, lantaran dari sisi jumlah penjualan kalah dibandingkan dengan kompetitornya Yamaha yang kala itu juga baru saja meluncurkan produk varian ayago lokal pertamanya yaitu Yamaha Champ yang memiliki desain dan fitur yang lebih baik seperti penggunaan disk brake di depan, knalpot model racing, dan power yang lebih baik.
Hal itu membuat Suzuki Sprinter ‘sang pelari’ ini harus legowo dalam adu saling rebut memikat hati konsumen roda dua waktu itu.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Pada Libur Akhir Pekan, KAI Commuter Tambah Perjalanan KRL
Spesifikasi Suzuki RC Sprinter
Mesin Suzuki RC Sprinter bertipe 2 langkah (2 tak) berkapasitas 99.6cc (100cc) dengan pendingin udara plus ditunjang teknologi Suzuki seperti:
Jet Cooled sistem
Reed Valve
transmisi 4 kecepatan tipe basah dengan PECS yang minim hentakan
Maksimum power adalah 9.5ps/6.500rpm
Maksimum torsi adalah 1.15kg.m/5.000rpm
Berkarburator Mikuni VM16
Kopling semi otomatis
Kapasitas tangki bahan bakar 4.5lt
Kapasitas oli samping 1.2lt
Shock depan teleskopik dan belakang dual shock
Rem tromol depan belakang
Ban depan berdiameter 17″- 225 sedangkan belakang 17″- 250
Berat motor adalah 81kg. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suzuki-rc-sprinter-milik-ridwan-mulya-nugraha.jpg)