Breaking News:

ADVERTORIAL

Pemkab Kulon Progo Luncurkan Tradisi Gayeng Regeng Blonjo Bareng

Tradisi ini sebagai satu di antara upaya untuk membangkitkan pasar produk pertanian dan UMKM Kulon Progo di tengah pandemi COVID-19.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Peluncuran tradisi Gayeng Regeng Blonjo Bareng oleh Pemkab Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo meluncurkan tradisi Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB) secara perdana di halaman Pemkab Kulon Progo pada Jumat (26/3/2021).

Tradisi ini sebagai satu di antara upaya untuk membangkitkan pasar produk pertanian dan UMKM Kulon Progo di tengah pandemi COVID-19.

Sekretaris Umum Bakor PKP, Agus Triantara mengatakan GRBB menjadi sebuah otoritas bagi Badan koordinasi (Bakor) Paguyuban Kulon Progo (PKP) untuk melayani masyarakat secara lebih luas. 

Terlebih untuk masyarakat perantauan maupun masyarakat di Kulon Progo dengan cara mencarikan pasar yang ada di Jabodetabek. 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Bakal Menyesuaikan Aturan Terkait Larangan Mudik Lebaran 2021

Sehingga tidak hanya berwacana tetapi bisa berbuat secara nyata. 

"Hari ini kami punya data untuk belanja tempe benguk, dele dan koro dengan 129 peserta yang mencapai 5 juta. Kemudian ada gula dengan 170 peserta. Kemungkinan peserta akan lebih banyak lagi ke depannya karena saat ini masih keterbatasan dalam mengakses teknologi sehingga kami harus memandu dan memfasilitasi mereka," tuturnya di sela peluncuran tradisi GRBB.

Agus melanjutkan program ini bukan hanya ide dan konsep melainkan sebuah tindakan nyata bagaimana bisa berbagi rezeki kepada masyarakat di Kulon Progo yang tersebar di 12 kapanewon. 

"Kami mencoba semaksimal mungkin berbagi order di semua kapanewon. Bahkan kami mencoba membranding gula jawa yang semula hanya terkenal di Kokap kami buat merek super menoreh Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Lendah dan Girimulyo. Yang lain akan kami buat tetapi tidak ada sentra produksi gula," ucapnya. 

Terlebih pihaknya juga membranding makanan khas Kulon Progo yang lain seperti growol agar bisa dikenal di dunia. 

Baca juga: Distanpangan Kulon Progo Siap Dampingi Pembudidaya Jamur Untuk Tingkatkan Produksi

Halaman
12
Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved