151 Ribu Penduduk DIY Telah Menerima Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, merinci pelaksanaan vaksinasi di DIY yang saat ini telah memasuki tahapan kedua
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie
TRIBUNJOGJA, YOGYA - Sejak program vaksinasi Covid-19 dicanangkan pada pertengahan Januari 2021 lalu, hingga saat ini tercatat sudah ada 151 penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menerima suntikan vaksin dosis pertama.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, merinci pelaksanaan vaksinasi di DIY yang saat ini telah memasuki tahapan kedua.
Hingga Sabtu (20/3/2021) kemarin, terdapat 89.157 kalangan pelayan publik yang menerima suntikan vaksin dosis pertama.
Jika diprosentase, nilainya sebesar 26,63 persen dari total sasaran yang terdata, yakni sebanyak 334.754 orang.
"Untuk dosis kedua ada 8,90 persen atau 29.793 orang," ungkap Pembajun Minggu (21/3/2021).
Baca juga: Persiapan Sekolah Tatap Muka, Ribuan Guru di Kota Yogyakarta Segera Jalani Vaksinasi Covid-19 Massal
Baca juga: UGM Rencanakan Gelar Vaksinasi Massal 3 Tahap, Target Selesai Sebelum Puasa
Kemudian terkait cakupan vaksinasi warga lanjut usia (lansia), dari 295.349 lansia terdata, sudah ada 17.651 orang atau sebesar 5,98 persen diantaranya telah menerima vaksin.
"Untuk yang dosis kedua baru 0,08 persen, jumlahnya 251 orang. Ini yang baru dilaksanakan di Kota Yogya," tambahnya.
Sebelumnya, Dinkes DIY telah melakukan vaksinasi di kalangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di DIY. Jumlahnya mencapai 44.251 orang.
Lebih jauh, Pembajun mengungkapkan, untuk mempercepat proses vaksinasi di kalangan lansia, pihaknya mengizinkan Puskesmas untuk melayani vaksinasi lansia.
Dengan catatan, tenaga medis yang ada memiliki kemampuan yang cukup untuk menangani kondisi kegawat daruratan di kalangan lansia.
Sebelumnya, vaksinasi lansia hanya diperkenankan di RS-RS yang ada di DIY.
Pertimbangannya karena lansia sebagai kelompok rentan memerlukan perhatian khusus.
"Seperti di Gunungkidul tidak memungkinkan kalau hanya RS jadi sekarang juga di Puskesmas. Asalkan tenaga medis yang ada di sana cukup mampu menangani gawat darurat untuk lansia," paparnya.
Karena merupakan kelompok rentan, pelaksanaan skrining kesehatan untuk menentukan divaksin atau tidaknya seseorang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Baca juga: Alasan MUI Perbolehkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Meskipun Mengandung Tripsin dari Babi
Baca juga: ASN Pemkot Yogyakarta Akan Jalani Vaksinasi Massal Mulai 22 Maret 2021
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinkes-diy-pembajun-setyaningastutie-_2103.jpg)