Kabupaten Kulon Progo

Tolak Rencana Impor Beras, Petani di Kulon Progo Khawatir Dirugikan

Petani di Kabupaten Kulon Progo menolak terhadap rencana pemerintah melakukan impor 1 juta ton beras. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Petani di Temon, Kulon Progo sedang melakukan panen padi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Petani di Kabupaten Kulon Progo menolak terhadap rencana pemerintah melakukan impor 1 juta ton beras

Sebab dari impor beras tersebut dikhawatirkan dapat merugikan petani

Seorang petani di Kaligintung, Kapanewon Temon, Setyaningrum (27) mengatakan sejauh ini produksi gabah dan beras di Kulon Progo mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. 

"Jadi kalau ada rencana impor beras, saya pribadi kurang setuju. Soalnya untuk ketersediaan stok beras di Kulon Progo masih mencukupi dari musim panen ke panen lagi," ucapnya, Jumat (19/2/2021). 

Baca juga: Panen Padi IR NutriZinc di Lahan Cetak Sawah Baru di Kulon Progo Capai 9,4 Ton/Hektar GKP

Ia melanjutkan, apabila pemerintah benar-benar mengimpor beras kemungkinan akan menurunkan harga komoditas tersebut. 

Tentunya hal itu akan merugikan para petani

Terlebih untuk harga gabah kering giling (GKG) mengalami penurunan dari harga Rp 3.400 menjadi Rp 3.000

"Padahal pada 2020 lalu, harga normalnya sekitar Rp 3.800 dari ladang langsung ke pengepul. Dan setahun ada dua kali panen dari musim hujan ke kemarau," terangnya. 

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan ketersediaan beras di Kulon Progo setiap tahun surplus berkisar 44.000 ton. 

Baca juga: Sejumlah Petani Milenial di Kulon Progo Ikuti Seleksi Magang ke Jepang

Sehingga stok gabah dan beras mencukupi di kabupaten setempat. 

"Total produksi beras pada 2020 terhitung sejak Januari hingga Desember sebesar 79.457 ton," kata Aris.

Terlebih pada Desember 2020 hingga Februari 2021 sudah melakukan panen padi sebesar 4.799 hektar di Kalibawang, Galur, Lendah, sebagian Nanggulan dan sebagian Girimulyo.

Sementara untuk saat ini hingga April 2021 mendatang, Kulon Progo memasuki panen raya masa tanam (MT) 1 seluas 4.150 hektar di Temon, Wates, sebagian Panjatan, sebagian Sentolo dan sebagian Nanggulan. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved