Hikmat Peringatan Isra Miraj di Masjid Baitul Ma'mur Pemkot Magelang

Peringatan Isra Miraj yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berlangsung sederhana namun hikmat di Masjid Baitul Ma'mur

Istimewa
Suasana peringatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan Pemerintah Kota Magelang 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Peringatan Isra Miraj yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berlangsung sederhana namun hikmat di Masjid Baitul Ma'mur kompleks kantor Wali Kota Magelang, Rabu (17/3/2021).

Kegiatan yang diadakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 itu diikuti oleh seluruh ASN dan karyawan di jajaran Pemkot Magelang.

Kegiatan diawali dengan sholat dhuhur berjama'ah, dilanjutkan dengan pengajian oleh pengasuh pondok pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Baca juga: Askot PSSI Kota Yogyakarta Percepat Kongres yang Rencana Digelar Bulan November Menjadi Bulan Mei

Hadir pula Wali Kota Magelang dr HM Nur Aziz, Sekda Joko Budiyono beserta jajarannya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Magelang, Hadi Sutopo menjelaskan, Pemkot Magelang selalu mengadakan kegiatan pengajian untuk memperingati Isra Miraj, begitu pula untuk hari besar agama Islam lainnya.

Namun kegiatan sempat ditiadakan ketika pendemi Covid-19 setahun lalu.

Tahun ini, kegiatan serupa mulai diadakan lagi dengan penyesuaian ketentuan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menambah iman dan takwa kepada Allah SWT.

"Biasanya pengajian peringatan Isra' Mi'raj diadakan di Masjid Agung Alun-alun Magelang, bekerjasama dengan TNI dan Polri. Pengajian sempat ditiadakan karena pandemi. Kali ini kita selenggarakan di Masjid Baitul Ma'mur yang diikuti oleh seluruh ASN dan karyawan di lingkungan Pemkot Magelang," terang Hadi.

Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur menuturkan, setiap peristiwa selalu ada nilai-nilai yang bisa diteladani bersama, salah satunya peristiwa Isra Miraj.

Nilai-nilai itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hati kita, khususnya saat bertugas sebagai abdi masyarakat.

Baca juga: Kompetisi Liga 2 Indonesia Belum Jelas, PSIM Yogyakarta Mau Dibawa Ke Mana?

Dikatakan Kyai Mansyur - panggilan akrab M Mansyur, abdi artinya pelayan. Maka pejabat maupun ASN sebagai abdi masyarakat harus 'harum mewangi'.

"Kita harus menjadi abdi yang harum mewangi, harum tutur katanya, sepak terjangnya, tingkah lakunya, juga wawasannya. Abdi seperti anak panah yang lepas dari busurnya, lurus. Artinya kita harus mengabdi pada masyarakat dengan lurus," tuturnya.

Sementara itu, Gus Yusuf dalam tausiahnya menyampaikan, Rasulullah SAW adalah teladan seorang pemimpin yang senantiasa mengutamakan kepentingan umat.

Ia mengingatkan tentang pemimpin yang konsisten, seperti ketika Rasulullah menerima perintah Allah tentang shalat 5 waktu.

"Ketika Nabi Muhammad SAW bermusyawarah, dan Allah memutuskan shalat 5 waktu, akhirnya diputuskan 5 waktu dan konsisten. Kalau sudah menjadi keputusan dalam musyawarah maka harus konsisten dilaksanakan bersama-sama," ungkapnya.

Dikatakan, pemimpin yang baik/benar maka orang-orang disekitarnya juga akan baik.

Di sisi lain, rakyat semestinya juga mengingatkan pemimpin yang salah atau lupa, bukan justru menjerumuskan. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved