Breaking News:

Kisah Inspiratif

Alami Komplikasi Bawaan, Bayi Penderita HPE Asal Semin Gunungkidul Menanti Uluran Bantuan

HPE merupakan kondisi di mana bagian depan otak manusia tidak berkembang sebagaimana mestinya.

istimewa
Huriyah Afiat, bayi berumur 7 bulan asal Kapanewon Semin, Gunungkidul. Ia didiagnosa menderita Holoprosenchephaly (HPE). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Masa tumbuh kembang Huriyah Afiat, bayi asal Pedukuhan Pucung, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul ini tak "sempurna" seperti bayi sehat lainnya.

Sejak lahir, ia mengalami gangguan di kepalanya.

Bayi berumur 7 bulan ini merupakan buah hati dari pasangan Nur Rahmad dan Lilis Meliliana.

Nur menuturkan, anaknya itu disebut dokter menderita Holoprosenchephaly (HPE).

"Menurut dokter, ada kelainan di bagian otaknya," tutur pria berumur 38 tahun dihubungi wartawan belum lama ini.

Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, HPE merupakan kondisi di mana bagian depan otak manusia tidak berkembang sebagaimana mestinya.

Baca juga: Kisah Penjual Koran Difabel Pantang Menyerah Mencari Rezeki Halal untuk Keluarga

Hal tersebut akhirnya berpengaruh pada bentuk kepala.

Menurut Nur, kejanggalan sudah terlihat saat Huriyah masih di dalam kandungan.

Dokter saat itu mendiagnosa janin mengalami microchephaly, alias ukuran otak yang tak berkembang.

Ia baru mengetahui kabar tersebut ketika ditelepon istrinya.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved