Kabupaten Sleman
Ribuan ASN di Sleman Ikut Vaksinasi Massal
Vaksinasi massal bagi pegawai di lingkungan Pemkab Sleman telah diatur waktunya secara bergantian.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memulai vaksinasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai instansi vertikal di Sleman secara massal.
Totalnya sekitar 3.000 peserta.
Pelaksanaan vaksinasi selama tiga hari, mulai Senin (8/3/2021) hingga Rabu (10/3/2021) di Ballroom Sleman City Hall (SCH).
Peserta vaksin dibagi waktunya dalam tiga sesi perhari, agar tidak berkerumun.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan, vaksinasi massal bagi pegawai di lingkungan Pemkab Sleman telah diatur waktunya secara bergantian.
Baca juga: Sleman City Hall (SCH) Dukung Program Vaksinasi Covid-19 bagi 3.500 ASN Pemkab Sleman
Sehingga, Ia memastikan, meskipun dilakukan secara massal pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu.
"Jadi di kantor tetap ada yang kerja. Seandainya satu kantor ini yang vaksin ada 8 orang nanti gantian, dijam-i datang ke sini. Pelayanan masyarakat tetap terjamin," kata dia, di sela peninjauan vaksinasi di SCH.
Orang nomor satu di Bumi Sembada itu mengatakan, program vaksinasi akan terus bergulir menyasar kepada setiap lapisan masyarakat.
Apabila dalam pelaksanaan nantinya ada warga yang enggan divaksin, pihaknya mengaku akan melakukan edukasi dan pendekatan secara humanis, tidak serta merta langsung memberikan sanksi.
"Apabila ada yang menolak, nanti kita dekati dengan pendekatan - pendekatan yang humanis. Karena vaksin ini adalah kesehatan bersama, supaya masyarakat sehat," ujarnya.
Kustini berharap, vaksinasi yang dilakukan di pusat perbelanjaan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Satu RT di Kaliurang Sleman Diberlakukan Lockdown, Puluhan Warga Terpapar Covid-19
Sehingga, vaksin dilihat oleh masyarakat tidak menakutkan, tetapi justru sesuatu yang menyenangkan.
Di samping itu, harapannya bisa meningkatkan perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha yang ada di mall.
"Karena di SCH ini banyak juga diisi oleh warga kami, UMKM di kabupaten Sleman," tuturnya.
Hari pertama vaksin massal menyasar segenap pegawai di lingkungan instansi vertikal di Sleman.
Seperti Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, BPS, BPN, BNNK, Kemenag, Pengadilan Agama, BPJS, dan PMI.
Pelaksanaan vaksin, sesi pertama dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.
Sejumlah pegawai terlihat berdatangan.
Mereka duduk menunggu antrean di kursi yang telah tersedia di Selasar Ballroom.
Sempat terjadi kerumunan, karena antusias peserta yang datang.
Namun, sejumlah petugas segera mengatur. Peserta yang terus berdatangan secara bergelombang distop dan diminta menunggu di luar area, agar tidak terjadi kerumunan.
Baca juga: Satu RT di Kaliurang Timur Sleman Jadi Klaster Covid-19, 22 Warga Dinyatakan Positif
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, hari pertama vaksinasi menyasar pegawai instansi vertikal di Sleman.
Jumlahnya sekitar 1.000 peserta.
Hari kedua dan ketiga adalah pegawai Pemkab, Kantor Pos, PLN, dan PDAM dengan jumlah sasaran sekitar 2.000 peserta.
Ia berharap, melalui vaksinasi massal yang dilakukan di pusat perbelanjaan, nantinya memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tidak takut.
Sebab, vaksin tidak menakutkan, tapi justru menyenangkan.
Kemudian bagi para pegawai, dengan menjalani vaksinasi, maka diharapkan pelayanan kepada publik dapat terlaksana dengan baik dan pemulihan ekonomi dapat bergerak.
"Intinya vaksin ini gerakan kita bersama, untuk kita semua sehat bersama," harapnya.
Baca juga: Sudah Tidak Ada Kecamatan Zona Merah Covid-19 di Sleman
Setelah menyasar pegawai pemerintah, pekan ini juga dijadwalkan vaksinasi bagi guru, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Penyelenggaraannya didistribusikan di seluruh puskesmas.
Dinas Kesehatan Sleman menargetkan pemberian vaksin bagi ASN dan guru selesai pada minggu ketiga Maret.
Setelah itu menyasar kategori lain seperti pedagang pasar, pelaku pariwisata, tokoh agama, pekerja transportasi, dan pelayan publik lain.
Sementara vaksinasi lansia direncanakan awal April.
Program vaksinasi masih akan berlanjut hingga Desember.
Di akhir tahun, setidaknya menyasar 70 persen penduduk Bumi Sembada atau sekitar 700 ribu jiwa.
"Target sampai dengan akhir Desember kurang lebih 700 ribu penduduk telah tervaksin," kata Joko.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ribuan-asn-di-sleman-ikut-vaksinasi-massal.jpg)