Zonasi Penularan Covid-19 di Kabupaten Magelang Menuju Zona Kuning

Dari 12 indikator, skornya masih tetap di angka 2,14 seperti sebulan sebelumnya, hanya saja trennya sudah menuju zona kuning.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/YOSEF LEON
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahya Pribadi, menjelaskan peta zonasi penularan Covid-19 di Kabupaten Magelang yang masih berada di zona oranye menuju kuning. Sementara sebagian besar desa sudah berada di zona hijau 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Zonasi Covid-19 di Kabupaten Magelang masih berada di zona oranye.

Dari 12 indikator, skornya masih tetap di angka 2,14 seperti sebulan sebelumnya, hanya saja trennya sudah menuju zona kuning.

Dengan skor ini, menandakan jika tingkat kesembuhannya semakin banyak. Sebaliknya jumlah pasien terkonfirmasi baru semakin sedikit. 

"Mari kita jaga dan tingkatkan lagi. Kami mohon maaf, untuk saat ini kegiatan masyarakat masih kita batasi. Namun ini semua demi pandemi segera berakhir," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Minggu (7/3/2021).

Untuk tingkat kecamatan, kata Nanda, dari 21 kecamatan di wilayah ini, zona oranye hanya di tujuh kecamatan.

Meliputi, Kecamatan Sawangan, Bandongan, Borobudur, Kaliangkrik, Windusari, Grabag dan Candimulyo.

"Sisanya di 14 kecamatan, sudah masuk zona kuning. Untuk tingkat desa, sudah ratusan yang masuk zone hijau," ungkapnya.

Sementara untuk persentase kesembuhan di tingkat Jawa Tengah, Kabupaten Magelang ada di urutan ke empat.

Di bawah Kota Salatiga dengan skor 94,72, Blora (94,18), Temanggung (94,13) dan Kabupaten Magelang dengan skor 94,09. 

"Semua ini berkat kerja keras bersama. Di sisi lain, laboratotium tempat pemeriksaan real time PCR semakin banyak, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat. Dengan begitu, bisa dilakukan langkah antisipasi termasuk memutus mata rantai penularannya," jelasnya.

Sementara tren angka penambahan kasus terkonfirmasi, terus menurun sejak Januari 2021 kemarin.

Jika sebelumnya mencapai diatas 60 orang per Jumat lalu hanya sekitar 10 orang per hari.

Hal yang sama juga terjadi pada angka konfirmasi meninggal.

Trennya sebelumnya di atas 2 orang per hari, kini rata-rata satu orang.  

"Hal ini juga karena dampak dilakukannya PPKM Mikro dan pengetatan-pengetatan kegiatan di masyarakat. Dengan PPKM Mikro, menjadi lebih fokus penanganannya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved