Pangdam VI /Mulawarman: Tentara Harus Pegang Tiga ‘Pusaka’ ini

Pengabdian tanpa kenal lelah kepada negara, bangsa dan masyarakat adalah perwujudan dari ketiga ‘pusaka’ ini.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto saat memberikan pengarahan 

Heri Wiranto juga menjelaskan, meski ditinggal selama sembilan bulan, keluarga menjadi tanggung jawabnya. Sehingga selaku Pangdam V / Mulawaman, Heri Wiranto akan melakukan komunikasi secara rutin dengan keluarga masing-masing.

Pada hari kedua, peninjauan perbatasan dilanjutkan ke Long Ampung (Long Apung), Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berjarak 71 NM atau 131, 492 km dengan waktu tempuh 55 menit dari Long Bagun. Berbeda dengan Titik U 444 yang hanya dikelilingi oleh hutan lebat, Titik Pos Penjagaan Long Ampung berada di dekat masyarakat.

Kondisi pos penjagaan Long Ampung jauh lebih baik karena ada berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama masyarakat.

Bahkan tentara penjaga dapat memroduksi tempe dan tahu sendiri untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri dan sebagian bisa dijual. Kepandaian ini juga ditularkan kepada masyarakat setempat.

“Kalian harus bersyukur mendapat tugas jaga di Long Ampuh ini. Long Ampuh jauh lebih baik dibanding dengan Titik U444 yang hanya dikelilingi ribuan ha hutan lebat, tidak ada akses ke titik itu, tidak ada masyarakat yang tinggal dan berada pada ketinggian 2000 meter. Di sini kalian bisa berhubungan dengan keluarga melalui HP, sementara di U 444 tidak ada sinyal sama sekali,” ujar Heri Wiranto.

Heri Wiranto juga menekankan arti penting bekerja bersama, tidak menyakiti hati rakyat dan sekaligus bersama-sama masyarakat menjaga kehormatan negara. Masyarakat harus dibantu dalam melakukan kegiatan bersama agar terwujud kemanunggalan TNI dan Masyarakat.

Sementara dalam kunjungan kerja ke perbatasan tersebut, Mayjen TNI Heri Wiranto dan rombongan juga mengadakan silaturahmi dengan Bupati Kutai Barat, FX Yapan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Jarak tempuh Long Bagun ke Sendawar, Kutai Barat sejauh 56 NM atau 96,304 Km dengan waktu tempuh 45 menit.

Dalam pidato sambutannya, Heri Wiranto menegaskan berdasarkan UU No. 34 Tahun 2004, adalah kewajiban TNI untuk membantu dan bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Oleh karena itu kerjasama dan kordinasi yang solid di antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kewajiban yang harus terwujud.

Dalam masing-masing kunjungan, AM Putut Prabantoro menyerahkan buku Masyarakat Pancasila di Long Bagun, Titik U 444, Sendawar Kutai Barat, dan Long Ampuh. Putut Prabantoro adalah editor buku Masyarakat Pancasila yang ditulis oleh sesepuh TNI alm. Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo. (rls)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved