Breaking News:

Bantul

Puluhan Santri dan Guru Ponpes di Bantul Terpapar COVID-19

Puluhan santri dan guru pondok pesantren di Kapanewon Piyungan, Bantul terpapar COVID-19.'

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Virus Corona atau COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa atau dokter Oki 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Puluhan santri dan guru pondok pesantren di Kapanewon Piyungan, Bantul terpapar COVID-19.'

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan kasus awal ditemukan dari dua orang bergejala, Jumat (26/02/2021).

Karena bergejala, keduanya menjalani rapid tes antigen mandiri dengan hasil positif. Pihak pondok pesantren kemudian melakukan tracing terhadap kontak erat, dan ditemukan 9 orang bergejala. 

"Kemudian dilakukan swab tes PCR, dua orang pertama yang bergejala dan 9 orang lainnya. Hasilnya 11 orang dinyatakan positif COVID-19,"katanya, Jumat (05/03/2021).

Dengan adanya temuan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul kemudian bergerak melakukan testing. Total ada 241 orang di pondok pesantren yang menjadi sasaran testing.

Baca juga: Ponpes di Piyungan Dua Kali Terpapar COVID-19, Pemkab Bantul Minta Pengelola Perketat Prokes

Untuk testing, pihaknya memanfaatkan rapid tes antigen dari Kementerian Kesehatan. Sebab rapid tes tersebut memang digunakan untuk mempercepat 3 T.

"Kami lakukan testing terhadap 241 orang di ponpes dengan rapid tes antigen. Hasilnya ada 34 orang yang positif rapid tes antigen. Semua yang dites dan yang sudah konfirmasi (positif) dilakukan isolasi mandiri di pom dengan pemantauan dari puskemas,"ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, pihaknya tidak akan menutup pondok pesantren. Ia menyerahkan keputusan pada pondok pesantren yang bersangkutan.

"Untuk lockdown kebijakan internal saja, kami serahkan pada pengelola pondok pesantren,"katanya, Jumat (05/03/2021).

Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Dengan adanya paparan COVID-19 di pondok pesantren, ia meminta agar Satgas COVID-19 Kapanewon dan kalurahan untuk turut memantau dan membatasi mobilitas di pondok pesantren.(Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved