Sinden Wargo Laras

Kesaksian Agnes, Sinden Wargo Laras Selama Mengiringi Pentas Dalang Ki Seno Nugroho

Kesaksian Agnes, Sinden Wargo Laras Selama Mengiringi Pentas Dalang Ki Seno Nugroho

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Yudha Kristiawan
Repro
Agnesia Nandasari, Sinden Dalang Ki Seno Nugroho ketika masih belia 

“Tirukan Pak Seno, selamat malam bapak ibu, utamenipun…ayo!” kata Ki Seno. Bocah itu menirukan tapi salah-salah ucap dalam bahasa Jawa.

Sembari pegang mik, bocah berambut panjang itu bertingkah menggemaskan. Ia terus menggerak-gerakkan tubuhnya sembari lihat kiri kanan dan berbicara di depan hadirin.

“Kulo badhe misungsungaken lagu (saya ingin mempersembahkan lagu),” kata Ki Seno meminta bocah itu menirukan kata-katanya.

Bocah yang ternyata Agnesia Nandasari, menirukan kata-kata Ki Seno, lalu ditanya mau menembangkan lagu apa?

“Opo nok (Apa nak)?” Tanya Ki Seno.

“Mendem wedokan (Mabuk wanita),” jawab bocah Agnes itu polos.

“Hehhhhh! Apaaa? Sik seru nok (yang keras nak),” jawab Ki Seno terkaget-kaget. Penonton riuh tertawa.

Ternyata Ki Seno Nugroho tidak tahu, ternyata Agnes ini putra adik kelasnya semasa di SMKI Bugisan. Setelah tahu, hubungan Ki Seno dan keluarga Agnes semakin akrab.
Ke mana-mana, Agnes kerap diajak, termasuk pentas di Jakarta.

“Katanya banyak yang senang dan minta saya ikut pentas,” kata Agnes kepada Tribunjogja.com di Gedung Kesenian Sleman belum lama ini.

Wanita kelahiran Jambidan, Banguntapan, Bantul itu lalu berkisah, sejak pertemuan pertama 2002, praktis ia ditarik ke sana ke mari oleh dalang putra Ki Suparman itu.

Kemampuan menyanyinya semakin terasah, yang dibimbing ibunya, Sri Astutiningsih. Juga digembleng di panggung oleh Ki Seno Nugroho.

Tak hanya tembang pop Jawa, perlahan Agnes yang bersekolah di SD Jambidan II dan SMP 1 Banguntapan Bantul, menguasai langgam Jawa serta tembang-tembang klasik.

Wanita kelahiran 14 Agustus 1994 itu meneruskan sekolah ke SMKI jurusan kerawitan. Lalu melanjutkan ke jurusan kerawitan ISI Yogyakarta, tapi berhenti di tengah jalan.

Sepanjang sekolah itulah ia terus ikut Ki Seno Nugroho. Agnes mengaku berinteraksi dengan banyak waranggana, wiyogo, termasuk menyaksikan alih generasi para pengrawit.

Di grup Wargo Laras, Agnes saat ini termasuk pesinden terlama kedua yang ikut Ki Seno Nugroho, selain Prastiwi dan Wahyu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved