Breaking News:

Indo Premier Sekuritas Bidik 200 Ribu Nasabah Baru di Tahun 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tajam pada 2020 tidak serta merta membuat lesu pasar saham.

thikstockphotosIlustrasi
Ilustrasi IHSG 

Laporan Reporter Tribun Jogja,Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tajam pada 2020 tidak serta merta membuat lesu pasar saham.

Harga-harga saham yang sedang murah justru dimanfaatkan oleh calon investor untuk masuk dan memulai investasi sahamnya.

Data di sekuritas karya anak bangsa, PT. Indo Premier Sekuritas dengan aplikasi terkininya IPOT mencatatkan lonjakan signifikan penambahan investor baru pada 2020 lalu.

Baca juga: Jadwal Barca Malam Ini Lawan Sevilla, Tekanan untuk Real Madrid dan Atletico

 
"Data internal menunjukkan target 100.000 nasabah baru pada 2020 terlampaui di tengah pandemi Covid-19. Nasabah baru tersebut didominasi dari kalangan milenial dan usia produktif 20-35 tahun,“ jelas Head of Marketing PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari melalui rilis yang diterima Tribun Jogja, pada Sabtu (27/02/2021).

Ia menjelaskan sepanjang 2020 ada penambahan lebih dari 150.000 nasabah baru di Indo Premier dengan dominasi kalangan milenial dan usia produktif.

Investor baru dari kalangan milenial dan usia produktif kepincut masuk di pasar modal karena daya tarik modal awal yang sangat terjangkau dan kemudahan dalam transaksinya yang kini sudah berbasis aplikasi.

"Aplikasi IPOT dengan fitur-fitur unggulannya terbukti menjadi daya pikat investor pemula untuk mendulang cuan dari pasar saham. Aplikasi IPOT dapat diandalkan sejak saat pembukaan pasar. Aplikasi IPOT yang reliable ini memang menjadi salah satu upaya kita untuk terus upgrade sistem dan aplikasi supaya nasabah lebih nyaman bertransaksi," terangnya.

Bukan rahasia lagi, pada saat market buka pertama kali, berjubel pelaku pasar berusaha masuk pasar untuk bertransaksi. Platform dan aplikasi trading biasanya langsung terkendala begitu ada traffic tinggi. Namun tidak demikian dengan aplikasi IPOT.

Keluhan dan kekhawatiran nasabah yang tidak bisa bertransaksi di menit-menit pertama pembukaan market kini relatif tidak terdengar.

"Aplikasi IPOT mampu menampung nasabah seberapa pun pada saat market open pertama kali sehingga nasabah pun nyaman dalam berinvestasi atau trading," ujarnya.

Dengan kecanggihan super app IPOT ini Indo Premier pun optimis pada 2021 ini jumlah nasabah baru akan semakin tumbuh drastis.

Baca juga: LIGA INGGRIS: MAN CITY vs WEST HAM UNITED, Alasan Lingard Bisa Jadi Andalan The Hammers

"Target kami pada 2021 ini sebanyak 200.000 nasabah baru. Kami optimis target ini akan tercapai berkat aplikasi IPOT dan konsolidasi solid tim Indo Premier dengan berbagai kegiatan edukasi dan literasinya," tuturnya.

Resolusi tahun baru dengan target nasabah baru ini bukan ilusi mengingat banyak sentimen positif untuk pasar modal Indonesia, mulai dari distribusi vaksin Covid-19 hingga pemulihan ekonomi yang memunculkan optimisme dan secercah harapan.

"Over all sentimen positif masih lebih kuat dibanding sentimen negatifnya. Kendati demikian, ini bukan berarti pergerakan IHSG akan selamanya melaju mulus karena yang namanya investasi selalu ada volatilitas baik yang terduga maupun tidak terduga," tandasnya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved