Atasi Potensi Cuaca Ekstrem, BPBD Kulon Progo Siapkan Langkah Antisipasi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan adanya cuaca ekstrem di wilayah DI Yogyakarta

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kapal-kapal nelayan bersandar di pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan adanya cuaca ekstrem di wilayah DI Yogyakarta pada 24-26 Februari mendatang.

Hujan disertai angin kencang tersebut mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir. 

Dengan demikian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi bencana tersebut. 

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi mengatakan peringatan dini dari BMKG itu sudah diinformasikan kepada seluruh kalurahan dan kelurahan serta komunitas relawan kebencanaan di Kulon Progo. 

Baca juga: Gelombang Tinggi dan Tangkapan Ikan Sepi, Sebagian Nelayan di Kulon Progo Pilih Tak Melaut

Sebab berdasarkan prakiraan dari BMKG potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan kilat merata di setiap wilayah di Kulon Progo

Meliputi Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah dan Kokap. 

Terlebih untuk langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, pihaknya sudah mempersiapkan baik personil, peralatan maupun logistik. 

"Seluruhnya sudah kami persiapkan apabila terjadi kebencanaan hidrometeorologi," ucapnya, Rabu (24/2/2021). 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Bakal Lakukan Evaluasi pada Perpanjangan PTKM Mikro

Terkait dengan personil, pihaknya akan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meliputi Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO), TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), (Palang Merah Indonesia) PMI dan beberapa relawan. 

Selain itu, pihaknya juga telah memasang 17 Early Warning System (EWS) di wilayah yang rawan terhadap bencana tanah longsor. 

Rinciannya enam EWS dipasang di Kapanewon Samigaluh meliputi Desa Ngargosari, Banjarsari, Kebonharjo, Purwoharjo, Pagerharjo dan Sidoharjo. 

Empat EWS di Kapanewon Kokap meliputi Desa Hargotirto, Hargowilis, Kalirejo dan Hargomulyo. 

Tiga EWS di Kapanewon Girimulyo meliputi Desa Giripurwo, Jatimulyo dan Purwosari. 

Tiga EWS di Kapanewon Kalibawang meliputi Desa Banjarasri dua EWS dan 1 EWS di Banjaroya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved