Breaking News:

Polsek Pleret Amankan Pencuri Spesialis Kotak Infaq, Begini Modus Pelaku

Jajaran unit reskrim Polsek Pleret membekuk seorang pencuri spesialis kotak infaq yang selama ini meresahkan warga

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran unit reskrim Polsek Pleret membekuk seorang pencuri spesialis kotak infaq yang selama ini meresahkan warga.

Tersangka yang diamankan adalah AHP (48), warga Kepulauan Riau. 

Kapolsek Pleret, AKP Tukirin mengatakan aksi kejahatan tersangka terkuak pada saat petugas sedang melakukan patroli.

Saat itu petugas berhenti di sebuah masjid, dan mendapati tersangka berada di dalam masjid. 

Petugas melihat gelagat mencurigakan tersangka, yang kemudian menanyakan identitas tersangka. 

"Kejadian pada Minggu (21/02/2021). Petugas curiga, kemudian menanyakan identitasnya. Tetapi tersangka berbelit-belit dan bertingkah aneh. Petugas kemudian membuka tas yang dibawa tersangka,"katanya, Selasa (23/02/2021).

Baca juga: Kapolres Klaten Tinjau Pelaksanaan PPKM berbasis Mikro di Desa Kemudo

Baca juga: Sudah Sampaikan Permintaan Maaf, Badan Kehormatan DPRD Bantul Tak Beri Sanksi untuk Supriyono

Saat digeledah, petugas menemukan uang yang tidak tertata. Selain itu ada dua botol pulut (perekat) burung di dalam tas tersebut. Curiga, petugas kemudian mengecek kotak amal di masjid tersebut. 

"Saat dicek ternyata ada bekas pulut burung pada kotak infaq tersebut. Petugas kemudian menanyakan pada tersangka, dan tersangka mengakuinya,"sambungnya.

Tak berlama-lama, petugas pun langsung membawa tersangka ke Polsek Pleret untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut pengakuan, pencurian yang dilakukan bukanlah kali pertama. Ada beberapa masjid yang sudah pernah menjadi sasaran. Bahkan tidak hanya masjid yang ada di Kabupaten Bantul, tetapi juga di Solo dan Klaten. 

Dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan pulut burung dan lidi. 

"Untuk motifnya ada ekonomi, selama merantau tidak memiliki pekerjaan tetap. Sudah beberapa kali melakukan pencurian, di Solo dan Klaten juga pernah,"terangnya. 

Atas perbuatannya, AHP dijerat Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHP dengan ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved