Harga Emas Batangan dan Nilai Tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan
Tribunjogja.com JAKARTA --- Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (23/2/2021).
Rupiah spot ditutup di level Rp 14.093 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah menguat 0,18% dibandingkan dengan penutupan Senin (22/2/2021) di Rp 14.118 per dolar AS.
Pergerakan rupiah ini pun sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan.
Hingga pukul 15.00 WIB, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,24%.
Disusul, rupee India yang menguat 0,21% terhadap the greenback.
Selanjutnya, peso Filipina dan dolar Singapura yang sama-sama menajak 0,10%. Berikutnya, yuan China terapresiasi 0,06% pada perdagangan jelang sore ini.
Kemudian ada ringgit Malaysia yang terangkat 0,02% serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,003% terhadap dolar AS.
Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,08%.
Diikuti, yen Jepang yang melemah 0,07% serta won Korea Selatan yang ditutup terdepresiasi 0,04% pada perdagangan hari ini.
Harga Emas
Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Selasa (23/2).
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 938.000.
Harga emas Antam ini naik dari harga Senin (22/2) yang berada di level Rp 930.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp Rp 818.000 per gram, atau naik Rp 11.000 dibandingkan harga buyback pada Senin (22/2) yang ada di Rp 807.000 per gram.