Breaking News:

Seniman Muda Klaten Tampilkan Karya Sepanjang 32,4 Meter yang Terbuat dari Sampah

Seniman muda asal Kabupaten Klaten, Temanku Lima Benua atau yang karib disapa Liben menggelar pameran daur ulang sampah

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seniman muda Klaten, Temanku Lima Benua melihat lukisan sepanjang 32,4 meter yang ia buat pada pameran Bahanya Sampah di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seniman muda asal Kabupaten Klaten, Temanku Lima Benua atau yang karib disapa Liben menggelar pameran daur ulang sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Pameran itu bertajuk Bahayanya Sampah dengan tema Pilah Sampah dari Rumah dilaksanakan oleh Liben di sanggar Lima Benua yang berada di Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Senin (22/2/2021).

Dalam pameran itu, Liben menampilkan sekitar 30 karya seni yang semuanya merupakan hasil daur ulang sampah-sampah rumah tangga yang ia kumpulkan sejak beberapa waktu terakhir.

Baca juga: BANJIR, Perjalanan Kereta Api ke Jakarta Dibatalkan, Uang Kembali 100 Persen, Berikut Daftarnya

Adapun karya utama dari 30 karya yang ditampilkan itu yakni, lukisan sepanjang 32,4 meter yang terbuat dari media kerta bekas, dengan bahan lukisnya memakai arang dan injet.

"Karya sepanjang 32,4 meter, ini menceritakan bagaimana 21 Februari diperingati sebagai HSPN. Dimana waktu itu, dimulai dari peresmian TPA Leuwigajah di Jawa Barat sampai dengan terjadinya tragedi longsor yang memakan korban sekitar 154 orang," ujar Liben saat berbincang dengan Tribun Jogja di sela-sela pameran itu.

Ia mengatakan, proses pengerjaan karya seni sepanjang 32.4 meter itu dikerjakan sendiri dan memakan waktu hampir sekitar satu bulan.

"Arangnya juga arang bekas, kertasnya juga kertas bekas. Itu karyanya murni daur ulang semua," katanya.

Perempuan kelahiran April tahun 2002 itu, mengatakan jika persoalan sampah merupakan perkara yang cukup serius dan perlu mendapat perhatian bagi seluruh masyarakat.

Atas dasar itu juga, dirinya menggelar pameran sampah daur ulang tersebut.

"Apalagi disaat pandemi Covid-19 tentu, persoalan sampah semakin meningkat, terutama sampah medis seperti botol handsanitizer hingga masker," ucapnya.

Ia pun berharap, dengan dilaksanakannya pameran sampah daur ulang itu, dapat menjadi salah satu faktor pendorong  bagi masyarakat agar mulai memilah sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga: KPK Periksa 6 TPK Proyek Stadion Mandala Krida di Polres Sleman, Satu di antaranya Sekda DIY

"Semoga dengan gambar telenovela (gambar yang berceritera) ini bisa membuat orang sadar akan bahayanya sampah, dan mulai memilah sampah dari rumah," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tribun Jogja di lapangan selain memajang karya sepanjang 32,4 meter itu, pada pameran tersebut juga tampak sejumlah karya.

Adapun karya-karya itu merupakan karya daur ulang yang berukuran kecil dan dipajang di dalam bingkai kayu yang juga dibuat secara daur ulang. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved