Breaking News:

Empat Penjual Miras di DIY Kena Denda Seusai Jalani Sidang di Kejari Sleman

Dua hari melaksanakan razia, ratusan botol miras berbagai merk diamankan oleh penegak perda wilayah DIY tersebut.

dok.Satpol PP DIY
Suasana sidang penjual miras yang melanggar perda di Kejaksaan Negeri Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peredaran minuman keras (miras) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mendapat perhatian dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY.

Hasilnya, dua hari melaksanakan razia, ratusan botol miras berbagai merk diamankan oleh penegak perda wilayah DIY tersebut.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP DIY, Nur Hidayat, mengatakan ada sekitar 180 miras berbagai merk yakni anggur merah, topi miring, aneka bir, dan miras jenis lainnya diamankan dari empat penjual.

Keempat toko tersebut berada di wilayah Babarsari, Seturan, dan Jalan Magelang, serta kawasan Monjali.

"Razia itu kami gelar selama dua hari, yakni tanggal 16 dan 19 kemarin. Proses sidang sudah dilakukan," katanya, kepada Tribun Jogja, Minggu (21/2/2021).

Ia menambahkan, dari proses penyidikan yang dilakukan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP DIY, keempat pemilik toko yang menjual miras tersebut terbukti melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2017 pasal 54 ayat 1 tentang ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Keempat pemilik toko miras tersebut sudah menjalani sidang dan pidana cepat dengan dijatuhi denda sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

"Subsider denda ini langsung diserahkan ke kas daerah melalui kejaksaan negeri Sleman, sesuai Perda DIY Nomor 8 Tahun 2019 tentang PPNS," jelasnya.

Nur Hidayat menekankan kepada masyarakat supaya ikut aktif mengawasi peredaran miras yang melanggar Perda. (*)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved