Isi Waktu Luang Saat Pandemi, Anggota Polri di Sleman Berkreasi Membuat Bonsai Kelapa
Melalui tangan kreatifnya, buah kelapa yang biasanya hanya tumbuh begitu saja di pekarangan, dibentuk menjadi bermacam-macam karakter.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menjadi personel Bhayangkara, tentu memiliki tugas berat. Melindungi, mengayomi, melayani, menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Namun di tengah tugas berat itu, tak menyurutkan kreatifitas Aipda Eko Susilo.
Personel Polri dari unit lantas Polsek Ngemplak itu, mengisi waktu luang selama pandemi Covid-19 dengan berkreasi bonsai kelapa.
Melalui tangan kreatifnya, buah kelapa yang biasanya hanya tumbuh begitu saja di pekarangan, dibentuk menjadi bermacam-macam karakter.
Hasilnya, sungguh unik. Bisa menjadi hiasan untuk mempercantik lingkungan rumah.
Baca juga: Rektor dan Pimpinan UNY Berikan Tips Lolos SNMPTN 2021
"Awalnya nonton di medsos. Selama pandemi Covid-19 kan segala sesuatu dibatasi. Lalu, daripada tidak ada kegiatan, jenuh, maka kami berkreasi bonsai kelapa ini, supaya lebih produktif," kata Aipda Susilo, disambangi di rumahnya, di Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/2/2021).
Di rumah Eko, deretan tanaman kelapa yang masih kecil dibentuk menjadi rupa-rupa karakter.
Seperti bentuk kura-kura, burung, ayam, katak, tupai hingga semut. Ada sekitar 15 -20 karekter.
Bentuknya pun lucu-lucu. Eko mengaku tidak hafal jumlah pastinya, namun perkiraan sudah mencapai puluhan.
Sebab, satu karakter kadang bisa dibuat lebih dari 2-3 buah. Selama ini, menurut dia, banyak teman-temannya yang tertarik dan minat dengan hasil kreasi bonsai kelapa.
Apalagi, Relawan Wedomartani (Rewo) yang pernah menjadi mitra kerjanya, selama bertugas menjadi Bhabinkamtibmas Kalurahan Wedomartani, banyak yang hobi bonsai kelapa.
Bagai gayung bersambut, hubungan Aipda Susilo dengan Bhabinsa Wedomartani Sertu Sri Lantari dan para relawan terjalin sangat solid. Mereka sering berkreasi bonsai buah kelapa bersama - sama.
Bahkan, ide pertama untuk memahat karakter pada bonsai kelapa, diakuinya datang dari para relawan yang saat itu gemar membuat bonsai kelapa.
"Ide awal, ada hobi membuat bonsai. Kemudian, ada bahan kelapa. Sambil nongkrong, kita berkreasi. Jadilah seperti ini," terang Eko, deretan kreasi bonsai kelapa.
Menurut dia, membuat kreasi bonsai kelapa, gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, karena bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana.
Hanya membutuhkan buah kelapa yang sudah kering. Lalu, bagian kulit kelapa disayat atau dipotong membentuk pola karakter yang diinginkan.
Selanjutnya, untuk menyambung bagian-bagian pada pola karakter, Eko menggunakan lem perekat.
Apabila bentuk sudah selesai, karakter di-amplas agar lebih halus. Terakhir, supaya lebih menarik, dilakukan finishing dengan dicat, menggunakan pernis.
Total waktu pengerjaan tidak begitu lama. "Sekitar lima jam sudah selesai," bebernya.
Baca juga: Doa Untuk Kedua Orang Tua Rabbighfir lii Waliwaalidayya Warhamhumaa Kamaa Rabbayaanii Shagiiran
Namun, apabila karakter yang dibuat rumit, pengerjaan bisa memakan waktu berhari-hari. Tidak menentu. Apalagi, Eko mengaku tidak pernah mengejar target. Kreasi bonsai baginya hanya sebatas hobi.
"Membuatnya kalau ada waktu luang saja. Jadi, tidak menggangu ketugasan," ungkap dia.
Bonsai kelapa hasil kreasi Eko Susilo, sertu Lantari dan para relawan Wedomartani memang bagus. Cocok menjadi hiasan rumah.
Menurutnya, bonsai kelapa sudah dijual secara online dan offline. Relawan biasanya berjualan offline setiap hari Minggu diseputar Stadion Maguwoharjo.
Adapun untuk kreasi bonsai kelapa yang dijadikan macam- macam karekter, masih sebatas hobi. Belum dijual ke pasaran.
Namun apabila ada yang minat dan tertarik, Ia dibantu oleh Relawan Wedomartani, mengaku siap memenuhi, sebatas kesanggupan dirinya dan tidak menggangu tugas utamanya sebagai abdi negara.
"Ke depan, harapan kami, ada orang suka dan dari kreasi ini, kami mendapat income," ungkapnya. (Rif)