Sejak Awal 2021, BPBD Kulon Progo Evakuasi 4 Ular dan 126 Sarang Tawon
Sejak awal tahun 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo telah melakukan evakuasi empat ular
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejak awal tahun 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo telah melakukan evakuasi empat ular di kabupaten setempat.
Admin Damkar, BPBD Kulon Progo, Nur Uswatun Khasanah mengatakan penanganan evakuasi ular dikoordinasikan dengan Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ).
Dikarenakan terdapat jenis ular tertentu yang harus diserahkan ke PPSJ tersebut.
Baca juga: Jabatan Sri Purnomo-Sri Muslimatun Berakhir, Bupati Baru Akan Dilantik Akhir Bulan
"Namun untuk 2021, kami belum ada penyerahan ular kesana (PPSJ)," kata Nur saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).
Sebab ular-ular tersebut dilepasliarkan ke tempat yang lebih aman.
Tentunya jauh dari pemukiman warga.
Adapun jenis ular yang dievakuasi oleh BPBD Kulon Progo berjenis ular genting atau ular cicak ada dua ekor serta ular piton ada dua ekor.
Saat itu, ular-ular tersebut ditemukan di lingkungan Dinas Pariwisata Kulon Progo, Bendungan Wates, Dusun Kedunggalih dan Dusun Suruhan (Kapanewon Pengasih).
Selain evakuasi ular, BPBD Kulon Progo juga mengeksekusi sebanyak 126 sarang tawon.
Dalam penanganannya biasanya dibakar dengan media api menggunakan gas.
Baca juga: Sebanyak 13 Sumur Ambles di Klaten, Begini Penjelasan Pakar Geologi Bencana UPN Veteran Yogyakarta
"Kami biasanya menggunakan tabung gas elpiji untuk membakar sarang tawon itu," ucapnya.
Eksekusi sarang tawon kata Nur juga dilakukan pada malam hari.
Terkecuali untuk kejadian darurat seperti sarang tawon yang terdapat pada sebuah pohon.
Namun pohon tersebut kemudian tumbang dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan serta petugas yang mengevakuasi pohon tersebut. (scp)