Breaking News:

Sah, Pemkot Magelang Resmi Canangkan Pembangunan Pusat Perbelanjaan Eks MT

Pemkot Magelang mencanangkan pembangunan pusat perbelanjaan di lahan eks MT dan Tidar Theater lewat kerja sama dengan PT Grha Karya Insvestama.

DOK. Humas Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menandatangani prasasti tanda pencanangan pembangunan pusat perbelanjaan di lokasi eks Magelang Theater (MT) dan eks Tidar Theater, kawasan Alun-alun timur Kota Magelang, Jumat (12/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mencanangkan pembangunan pusat perbelanjaan di lokasi eks Magelang Theater (MT) dan eks Tidar Theater di Jalan A Yani, Alun-alun Timur Kota Magelang, Jumat (12/2/2021).

Pencanangan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di halaman eks MT dan eks Tidar Theater.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Resor Magelang Kota R Fidelis Purna Timuranto, Komandan Komando Distrik Militer 0705/Magelang Rohmadi, dan sejumlah pejabat setempat.

Ketua Tim Bangun Guna Serah (BGS) M Abdul Azis menjelaskan, pencanangan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan berkenaan dengan proses pembangunan pusat perbelajaan tersebut.

Sebab, gedung tersebut dibangun di atas aset tanah milik Pemkot Magelang, yang dikenal dengan eks MT dan Tidar Theater, melalui kerjasama dengan PT Grha Karya Insvestama, Jakarta.

"Pencanangan ini juga untuk memberikan tanda yang dapat diketahui masyarakat luar, tentang upaya dan kerja keras Pemkot Magelang dalam mengoptimalkan aset,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja Selasa (16/2/2021).

Selain itu, lanjut Aziz, pencanangan ini juga sebagai bentuk dukungan atas pembangunan di lahan tata ruang yang termasuk dalam kawasan perdagangan dan jasa, sehingga lebih berdaya guna.

Adapun, pencananganan hadir lewat penandatanganan perjanjian kerja sama oleh BGS untuk memanfaatkan tanah milik Pemkot Magelang pada Selasa (21/7/2020).

Proses itu sebelumnya juga melalui tahapan panjang sejak 2013, mulai dari persiapan, kajian hukum, analisis daya guna, analisa kelayakan, appraisal (penilaian) dari lembaga independen, sampai proses lelang/tender.

"Tahapan selanjutnya adalah pembangunan sesuai dengan ketentuan yang mengikat dan kesepakatan dua pihak dalam perjanjian, yang secara berkesinambungan akan dimonitor dan dievaluasi perkembangannya," ujar Azis.

Halaman
123
Penulis: Inang Jalaludin Shofihara
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved