Breaking News:

Bantul

Selama PSTKM, Guru Kerja Keras Layani Siswa Melalui Video Call Personal

Guru harus lebih bekerja keras dengan melayani konsultasi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar atau saat menyampaikan materi sulit

TRIBUNJOGJA.COM/Maruti A. Husna
Kepala SMAN 3 Bantul, Suwarsono. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan instruksi Gubernur DIY, selama pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM) seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah hanya boleh dilaksanakan secara daring.

SMAN 3 Bantul hingga kini menaati kebijakan tersebut.

Bahkan, pihaknya juga meniadakan konsultasi siswa secara tatap muka terbatas.

Sebagai gantinya, guru harus lebih bekerja keras dengan melayani konsultasi secara daring bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar atau saat menyampaikan materi-materi yang sulit. 

"Selama PSTKM ini semua sekolah hanya mengadakan kegiatan pembelajaran daring, tidak ada lagi pembelajaran terbatas. Kalau dulu kan masuk sekolah maksimal setengah kelas, sekarang enggak ada lagi. Sehingga kami SMAN 3 Bantul juga belum mengadakan pembelajaran terbatas atau konsultasi terbatas (tatap muka)," ujar Kepala SMAN 3 Bantul, Suwarsono kepada Tribunjogja.com, Selasa (9/2/2021). 

Selama PSTKM, lanjutnya, tidak ada kebijakan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan anak di sekolah. 

Menanggapi ini, Suwarsono menuturkan, sebenarnya hampir semua pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua menginginkan adanya pembelajaran tatap muka. 

Pratikum Siswa SMK Dihentikan Sementara Selama PSTKM, Begini Kekhawatiran Pihak Sekolah

Beberapa waktu lalu, pihaknya agak senang karena diperbolehkan adanya konsultasi terbatas di sekolah karena siswa bisa berkonsultasi tentang pelajaran yang dianggap sulit.

"Ini pupus lagi harapan kami untuk buka sekolah," imbuhnya. 

Ia melanjutkan, secara fakta pihaknya masih khawatir dengan kondisi kasus Covid-19, sehingga Suwarsono pun merasa cenderung memilih pembelajaran daring.

"Karena ketika ada klaster (Covid-19) kami jadi deg-degan, jadi kami taat pada instruksi gubernur itu dan SE Kadisdikpora," ucapnya. 

Dengan pembelajaran daring murni saat ini, menurut Suwarsono, kendala terbesar ada pada anak-anak yang menerima materi sulit. Konsultasi tambahan kepada guru di luar jam belajar tetap bisa dilakukan, namun berupa daring pula. 

"Jadi kerja keras bapak ibu guru untuk harus menjelaskan dengan video, dengan tahap-tahap tertentu. Dikirim melalui WhatsApp Group atau Google Classroom, atau mungkin juga personal ke anak-anak itu," tandasnya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved