Adu Cepat Pesawat NASA, China, dan UEA Tiba di Mars Bulan Ini
Pengorbit UEA mencapai Mars pada Selasa (9/2/2021), diikuti kurang dari 24 jam kemudian oleh kombo pengorbit China.
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah meluncur ratusan juta mil di luar angkasa sejak musim panas lalu, tiga pesawat penjelajah robotik milik NASA, China, dan Uni Emirat Arab (UEA) menginjak rem di Mars pada bulan ini.
Pengorbit UEA mencapai Mars pada Selasa (9/2/2021), diikuti kurang dari 24 jam kemudian oleh kombo pengorbit China.
Penjelajah NASA, caboose kosmik, akan tiba di Planet Merah seminggu kemudian atau 18 Februari 2021.
Penjelajah NASA akan mengumpulkan batu untuk dikembalikan ke Bumi sebagai langkah kunci dalam menentukan apakah kehidupan benar-benar pernah ada di Mars.
Baik UEA dan China adalah pendatang baru di Mars, di mana lebih dari separuh utusan Bumi telah gagal.
Misi Mars pertama China, upaya bersama dengan Rusia pada 2011, tidak pernah berhasil melewati orbit Bumi.
“Kami sangat bersemangat sebagai insinyur dan ilmuwan, tetapi pada saat yang sama cukup stres, bahagia, khawatir, dan takut,” kata Omran Sharaf, manajer proyek untuk UEA.
Tiga pesawat ruang angkasa itu melesat selang beberapa hari pada Juli 2020 lalu.
Itulah kenapa kedatangan mereka di Mars juga berdekatan.
Pesawat luar angkasa UEA bernama Amal mencari orbit di ketinggian 13.500 kali 27.000 mil (22.000 kilometer kali 44.000 kilometer) untuk memantau cuaca Mars.
Duo China, Tianwen-1 atau “Quest for Heavenly Truth”, akan tetap berpasangan di orbit hingga Mei 2021 ketika penjelajah terpisah turun ke permukaan kemerahan yang berdebu.
Jika semuanya berjalan baik, dikutip Tribunjogja dari New York Post, China akan menjadi negara kedua yang berhasil mendarat di Mars.
Perseverance milik AS, sebaliknya, akan langsung mendarat, mirip pintu masuk penjelajah Mars Curiosity pada 2012.
Terlepas dari perbedaan mereka, Perseverance satu ton lebih besar dan lebih rumit daripada penjelajah Tianwen-1.
Namun demikian, keduanya sama-sama akan mencari tanda-tanda kehidupan mikroskopis kuno.
Misi Perseverance senilai USD 3 miliar adalah langkah pertama dalam upaya AS-Eropa untuk membawa sampel Mars ke Bumi dalam dekade berikutnya.
AS masih memimpin
NASA meningkatkan misi penjelajahan berkat teknologi navigasi baru yang dirancang untuk memandu penjelajah ke tempat aman.
Pesawat ruang angkasa NASA memiliki banyak kamera dan mikrofon untuk menangkap pemandangan dan suara saat turun dan mendarat di Mars.
Ia lebih cepat daripada kendaraan Mars sebelumnya, tetapi masih bergerak dengan kecepatan glasial, melintasi Jezero, mengumpulkan sampel inti dari bebatuan dan kerikil yang paling menarik.
Di bawah rencana rumit yang masih dikerjakan oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa, harta geologi tersebut akan tiba di Bumi pada awal 2030-an.
Para ilmuwan berpendapat bahwa hal itu merupakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah kehidupan berkembang di Mars yang basah dan berair pada tiga miliar hingga empat miliar tahun lalu.
Kepala misi sains NASA, Thomas Zurbuchen, menganggapnya sebagai satu hal tersulit yang pernah dilakukan oleh umat manusia dan tentunya dalam ilmu antariksa.
AS masih menjadi satu-satunya negara yang berhasil mendarat di Mars, dimulai dengan Viking pada 1976.
Dua pesawat ruang angkasa NASA masih aktif di permukaan Mars, yakni Curiosity dan InSight.
Pesawat luar angkasa Rusia dan Eropa hancur mengotori lanskap Mars, bersama Mars Polar Lander milik NASA yang gagal pada 1999.
Masuk ke orbit di sekitar Mars tidak terlalu rumit, tetapi tetap bukan hal mudah.
Enam pesawat ruang angkasa saat ini beroperasi di sekitar Mars, yakni tiga dari AS, dua dari Eropa, dan satu dari India.
UEA sangat bangga bahwa Amal dirancang dan dibangun oleh warganya sendiri, yang bermitra dengan University of Colorado di Boulder dan lembaga AS. (Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/planet-mars_2010_20171020_215249.jpg)