Breaking News:

PSTKM

Perpanjangan PSTKM, Dua Program Belajar Disdikpora Bantul Dihentikan

Dua program terobosan belajar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul terpaksa dihentikan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dua program terobosan belajar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul terpaksa dihentikan.

Penghentian dua program tersebut menyusul adanya perpanajangan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Bantul.

Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko mengatakan dua program tersebut adalah Layanan Konsultasi Pembelajaran (LKP) dan Guru Kunjung Siswa (GKS).

Keduanya merupakan terobosan Disdikpora Bantul agar pembelajaran di tengah pandemi COVID-19 berjalan lancar. 

Mahasiswa UII Juara Kompetisi ERPsim Asia Pacifik Japan Cup 2020

"Mulai hari ini LKP dan GKS dihentikan. Mengikuti instruksi dari Gubernur DIY dan Bupati Bantul. Pembelajaran harus secara daring, jadi kami fokus pada pembelajaran daring saja. Kalau GKS kan langsung," ujarnya, Selasa (09/02/2021).

Menurut dia pembelajaran daring memiliki banyak permasalahan, sehingga diperlukan terobosan dari Disdikpora Bantul. Dengan perpanjangan PSTKM kedua terobosan tersebut dilakukan dengan cara daring. 

Siswa yang hendak berkonsultasi dengan guru bisa berkomunikasi melalui WhatsApp atau email. Meski di tengah pandemi COVID-19, ia ingin memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas.

"Siswa yang mau konsultasi bisa pakai media daring, tidak bisa tatap muka. Dengan adanya PTKM ya harus tetap jalan, supaya pembelajaran tetap berkualitas," ujarnya. 

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMP 3 Jetis, Budiono menambahkan banyak siswa yang memanfaatkan layanan LKP dan GKS. Namun karena PSTKM, pihaknya juga harus menghentikan kegiatan tersebut.

"Kemarin sudah sempat jalan, banyak siswa yang memanfaatkan. Karena ada aturan baru, maka kegiatan ini kami hentikan. Diganti dengan daring," tambahnya. 

BOB Siapkan Aksesibilitas di Tiga Destinasi Pariwisata Nasional Super Prioritas Borobudur

Ia pun mengakui penghentian LKP dan GKS membuat proses belajar mengajar sedikit terhambat. Sebab ada ada materi yang membuat siswa kesulitan jika pembelajaran daring.

“Karena digelar secara daring, tidak sama seperti saat LKP dan GKS saat diterapkan. Tentunya banyak kendala dihadapi baik dari kami maupun siswa,” tutupnya. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved