Pohon Tumbang dan Atap Terbang Terjadi di Beberapa Titik Kota Yogyakarta
Hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah titik di Kota Yogyakarta pada Rabu (3/2/2021) sore, hingga malam hari lalu
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah titik di Kota Yogyakarta pada Rabu (3/2/2021) sore, hingga malam hari lalu, menimbulkan sejumlah kejadian pohon tumbang, serta atap rumah yang beterbangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat mengungkapkan, sesuai laporan yang diterimanya, terdapat enam kejadian sekaligus yang terjadi sejak kisaran pukul 18.00.
Enam kejadian itu meliputi, pohon tumbang di Jalan Wahid Hasyim, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Sultan Agung, serta Jalan Brigjen Katamso.
Kemudian, dua kejadian atap terbang (seng dan genteng) di Ngampilan.
• Kronologi Oknum Polisi di Bogor Digerebek Sang Istri saat Kencan dengan Wanita Lain
"Sebenarnya ada beberapa lagi, tapi dua rumah yang paling parah, tidak bisa berfungsi huniannya, kalau yang lain relatif ringan," ujarnya, Kamis (4/2/2021).
Pihaknya pun lantas berkoordinasi dengan forum Kampung Tangguh Bencana (KTB) di wilayah setempat untuk bersama-sama melakukan penanganan kedaruratan.
Sehingga, para penghuninya tetap merasa tenang.
"Jadi, sifat assesment sesuai kebutuhan dengan karakter kerusakannya. Penyelamatan sementara bagaimana supaya rumah bisa dihuni. Dengan kerjabakti dan membersihkan sisa material-material," tandasnya.
Setali tiga uang, penanganan terhadap pohon tumbang juga langsung dilakukan BPBD Kota Yogyakarta.
Apalagi beberapa di antaranya diketahui sampai menutup akses jalan warga, hingga menimpa kendaraan dan kabel listrik.
• Syarat Lolos Seleksi Administrasi CPNS/PPPK 2021, Dokumen Persyaratan hingga Pemilihan Formasi
"Karena kemarin anginnya memang kuat, kalau pohon yang tumbang itu sudah dilakukan mitigasi dengan pemangkasan. Kita senantiasa mengimbau pada masyarakat, tingkatkan kewaspadaan," tegas Nur Hidayat.
Lebih lanjut, meski hujan deras melanda hingga di kawasan hulu, ia memastikan debit air masih dalam kondisi normal, sehingga tak berpotensi menimbulkan banjir di sekitaran bentaran sungai di Kota Yogyakarta.
"Kemarin ketinggian air masih mandali. Dari (batas maksimal) 70 centimeter, baru 30 centimeter kemarin itu. Jadi, masih cenderung landai," katanya. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)