Breaking News:

ASITA DIY Sebut Iklim Jasa Perjalanan Dalam Kondisi Kritis

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan industri jasa perjalanan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan industri jasa perjalanan dalam kondisi kritis akibat pandemi yang berkepanjangan.

Ketua DPD ASITA DIY, Hery Setyawan menuturkan, gambaran kondisi tersebut dinilai dari penurunan pemasukan hingga 90 persen sepanjang tahun 2020 hingga sekarang.

"Ini memang cobaan berat bagi kami. Bahkan, sekarang hanya 10 persen dari 160 anggota yang masih berkegiatan sedangkan sisanya dalam kondisi jobless," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Selasa (02/02/2021).

Baca juga: Momen Selasa Wage Dimanfaatkan untuk Bersih-Bersih Kawasan Malioboro Yogyakarta

Namun pihaknya memastikan, saat ini belum ada anggota yang melapor mengalami kebangkrutan.

Meskipun, banyak dari anggota yang memilih menutup layanan jasa perjalanannya selama pandemi.

"Kalau, laporan terkait gulung tikar memang belum ada anggota yang menyampaikan. Karena, rata-rata anggota merupakan industri kecil dan kebanyakan asetnya tidak mengeluarkan biaya yang besar meskipun tidak beroperasi," terangnya.

Namun, ia tidak menampik kemungkinan terjadinya gulung tikar di industri jasa perjalanan apabila pandemi terus berlanjut dan tidak ada solusi yang tepat dari pemerintah.

Apalagi, jasa perjalanan lebih banyak membidik wisatawan asing dibandingkan domestik.

"Hingga saat ini, jalinan kerja sama dengan negara luar seperti negara Eropa belum ada sama sekali. Sedangkan, wisatawan domestik lebih memilih bepergian dengan kendaraan pribadi dibandingkan memakai jasa travel. Kami benar-benar kehilangan pasar ,"terangnya.

Kini, pihaknya hanya pasrah dan mengikuti arahan pemerintah dengan menjalankan kebijakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Baca juga: Soal Potensi Longsor Susulan di Dusun Jali Prambanan, BPBD Sleman Akui Sudah Kirim Bronjong

Bahkan, proyeksi atau target pada tahun ini tidak lagi dibuat mengingat kondisi yang sulit ditebak.

"Kami sudah tidak ada proyeksi seperti apa ke depannya. Sejak Maret tahun lalu hingga sekarang, semua target yang direncanakan tidak sesuai prediksi. Kami tidak mau berandai-andai lagi. Sekarang, kami ikuti saja arahan pemerintah dengan harapan bisa berhasil dan segera dapat memulihkan perekonomian," urainya. (ndg) 

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved