Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Sebanyak 12 Barak Pengungsian Disiapkan di Sepanjang Ring Gunung Merapi

Kendati volume kubah Gunung Merapi mengalami penurunan signifikan, potensi bahaya erupsi material vulkanik masih bisa terus terjadi.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar BPPTKG Yogyakarta
Minggu (31/1/2021) sore ini, Gunung Merapi terpantau luncurkan awan panas sejauh 600 meter. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kendati volume kubah Gunung Merapi mengalami penurunan signifikan, potensi bahaya erupsi material vulkanik masih bisa terus terjadi.

Sebab tiap harinya kubah lava tetap mengalami pertumbuhan.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tak mengurangi kesiapsiagaan penanggulangan bencana erupsi.

Baca juga: Dapat Bantuan Pusat, Gunungkidul Miliki Gedung PAUD Percontohan

Kepala pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto menjelaskan, untuk mengambil keputusan pihaknya terus berpatokan kepada rekomendasi yang dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terkait radius bahaya Gunung Merapi, yakni sepanjang 5 km dari puncak.

Terkait warga di barak pengungsian, saat ini telah diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Sebab masyarakat di Desa Purwobinangun yang berada di Dusun Turgo memang berjarak 6,5 km atau di luar radius bahaya Gunung Merapi yang ditetapkan.

"Sementara ini kita tunggu masyarakat kalau mau balik juga boleh yang jelas bahaya 5 km Sedangkan pemukiman warga 6,5 tapi kalau warga pingin ngungsi ya kita layani," jelasnya saat dihubungi Tribun Jogja pada Senin (1/2/2021).    

Baca juga: Hipertensi, 97 Nakes di Bantul Terpaksa Tunda Vaksinasi Covid-19

Saat ini sekitar terdapat sekitar 120 warga lereng Merapi memutuskan untuk mengungsi di Barak Pengungsian Purwobinangun.

Terdiri dari kelompok usai rentan maupun non rentan.

"Sementara ini kalau pagi pada ke atas (Gunung Merapi) lagi. Hanya yang rentan saja yang wajib di barak. Kalau malam banyak yang tidak rentan juga banyak mengungsi di barak," paparnya.

Jika aktivitas Gunung Merapi meningkat sewaktu-waktu, pihaknya telah menyiapkan 12 barak pengungsian yang tersebar di sepanjang ring Gunung Merapi di tiga kapanewon yakni Cangkringan, Turi, dan Pakem

Misalnya adalah barak pengungsian di Desa Wonokerto, Girikerto, Purwobinangan, Agromulyo, Kepuharjo, Glagaharjo, Umbulharjo, dan Wukirsari.

"Pokoknya di semua ring Merapi, jika ada apa-apa tinggal mengaktifkan," jelas Joko. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved