Algoritma Spotify Tahu Kapan Anda Sedih atau Marah, Begini Cara Kerjanya
Paten untuk identifikasi atribut rasa dari sinyal audio diajukan pada Februari 2018 dan disetujui pada 12 Januari 2021.
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
Akhir tahun lalu, untuk membantu musisi menghindari masalah lagu jiplakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, Spotify menciptakan alat khusus yang mampu mencegah plagiarisme .
Mengingat ada begitu banyak not dalam musik, memang terjadi kemungkinan beberapa lagu terdengar mirip satu sama lain.
Dalam beberapa kasus, hal tersebut telah mengakibatkan sengketa tuduhan plagiarisme hak cipta karena dianggap lagu jiplakan.
Spotify telah menemukan paten alat anti-plagiarisme yang dapat digunakan musisi untuk memeriksa ulang apakah karyanya mirip dengan karya musisi lain.
Menggunakan alat itu, setiap musisi dapat mengirimkan lembar utama ke dalam sistem.
Kiriman kemudian akan diperiksa silang dengan lembar utama lain untuk memeriksa kesamaan.
Alat bakal bekerja secara otomatis mendeteksi lagu jiplakan di Spotify.
Di satu sisi, alat tersebut mirip dengan alat lain yang digunakan perguruan tinggi untuk memeriksa apakah karya yang dikirim mahasiswa dijiplak atau tidak.
Kendati demikian, alat Spotify tetaplah terobosan di dunia musik.
Alat yang dihadirkan Spotify akan sangat membantu musisi yang tidak memiliki cukup dana untuk “berperang” melawan hukum, terutama jika sedang berhadapan dengan penerbit atau label rekaman berskala besar. (Tribunjogja)