Greetings From Paradox, Salurkan Hasrat Bermobilitas Melalui Media Postcard
Fenomena tersebut memantik ide kreatif seniman yang tergabung dalam Krack!, untuk berkolaborasi dengan seniman lainnya menghasilkan
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Situasi pandemi membatasi hasrat bermobilitas, wisata dan traveling.
Fenomena tersebut memantik ide kreatif seniman yang tergabung dalam Krack!, untuk berkolaborasi dengan seniman lainnya menghasilkan serta memamerkan karya-karya berbasis cetak, secara visual inovatif dalam wujud postcard project.
Ya, kegiatan travelling saat ini menjadi simbol status sosial dan kemewahan baru.
Tak heran, muncul idiom ‘darurat piknik’, ‘fakir piknik’ atau ketika kamu nggak nyambung ngobrol dengan teman dan mereka akan bilang ‘main lo kurang jauh’.
Nah, sosial media adalah album foto sekaligus ruang pamer perjalanan kita, ribuan vlogger menulis asyiknya pengalaman jalan-jalan mereka, dan jutaan youtuber mengulas satu kerennya lokasi wisata.
Baca juga: Ngopi Sik Ndak Edan Project Kolaborasi Lintas Genre Mahijadedi feat Piyu Logy & Alit JabangBayi
Namun, sepanjang tahun 2020 bandara ditutup, penerbangan dibatalkan, semua wilayah melakukan pembatasan kunjungan, praktis semua rencana perjalanan hanya menjadi rencana.
Seketika itu juga status sosial traveller berubah.
Siapa saja yang mengunggah foto piknik, jalan-jalan ke tempat wisata atau bahkan melakukan perjalanan antar daerah akan diolok-olok dan dibully karena dianggap tidak peka pada situasi dan membahayakan keselamatan orang lain, istilahnya travel shaming.
Tahun sudah berganti dan situasi masih tetap sama, sedangkan hasrat bermobilitas, wisata dan traveling kita semakin memuncak dan tak terbendung.
Dilatarbelakangi fenomena tersebut, Krack! melakukan inovasi dan menemukan alternatif agar bisa mewadahi hasrat bermobilitas melalui postcard project bertajuk Greetings From Paradox yang digelar di Krack! Printmaking Studio and Gallery, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, yang digelar dari 28 Januari-28 Februari 2021.
Postcard ini dipilih lantaran dinilai relevan dengan keresahan yang diangkat, sebab dahulu merupakan media untuk menulis dan mengirimkannya tanpa menggunakan amplop, selain itu postcard juga sering digunakan sebagai gift alias cinderamata bagi wisatawan.
"Greetings From Paradox mengundang 20 seniman, untuk menggambarkan destinasi wisata impian dalam sebuah kartu pos," ujar Rudi Hermawan, artist sekaligus seniman yang mengelola Krack! Printmaking Studio and Gallery kepada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.
"Dari 20 gambar dream destination, kami (Krack!) mencetaknya dalam kartu pos edisi terbatas dengan menggunakan teknis sablon. Jadi kenapa harus berjalan ke tempat impian jika tempat impian bisa mendatangi kita," tambahnya.
Adapun 20 artist atau seniman yang ambil bagian dalam project Greetings From Paradox bukan hanya dari Jogja, melainkan berbagai daerah di Indonesia di antaranya Jakarta, Bandung, hingga mancanegara yakni Tiongkok dan Australia.
Mereka di antaranya Agan Harahap, Alfin Agnuba Eddi Prabandono, Eky Abdan, Ferancis, Fika KH,M Fahriza Ansyari, Malcolm Smith (Australia), MOORG, Okta Samid, Prihatmoko Moki, R. Arif Fatkhur/ DaddysJokes, Resatio, Karuniawan, Rio Raharjo, Rizky Maulana, Rudi Hermawan, SHU:U (Tiongkok), Sukma Smita, Troppo Print Studio (Australia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/greetings-from-paradox.jpg)