Breaking News:

Siaga Merapi

Sabtu 23 Januari 2021 Malam, Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Km

Pada pengamatan hari Minggu (24/1/2021), tercatat terjadi guguran material vulkanik dengan jarak luncur sekitar 300-800 meter ke arah barat daya.

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi pada Minggu (24/1/2021) pukul 06.00 WIB yang dipantau dari PGM Jrakah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas berjarak luncur sekitar 1 km ke arah barat daya.

Itu merupakan hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada Sabtu (23/1/2021) malam pukul 18.00-24.00.

Selama periode enam jam pengamatan, teramati pula guguran dengan jarak luncur 400-600 meter ke arah barat daya.

Sedangkan kondisi cuaca kala itu adalah berawan dan mendung.  

Baca juga: BPPTKG : Volume Kubah Lava Merapi Saat Ini Masih Kecil, Kewaspadaan Harus Terus Kita Lakukan

"Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 170-21 °C, kelembaban udara 71-90 %, dan tekanan udara 567-688 mmHg," terang Petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi Heru Suparwaka dalam laporannya.

Lebih jauh, aktivitas kegempaan yang tercatat diseismograf adalah gempa guguran sebanyak 47 kali, gempa hembusan enam kali, dan gempa hybrid atau fase banyak enam kali.

Sedangkan pada pengamatan hari Minggu (24/1/2021), tercatat terjadi guguran material vulkanik dengan jarak luncur sekitar 300-800 meter ke arah barat daya.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah," tambah Heru.

Baca juga: Gunung Merapi Mengalami 17 Kali Guguran Lava Pijar Sejak Dinihari Hingga Sabtu Pagi

Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali," bebernya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved