Demi Sinyal Internet untuk Belajar Online, Siswi Ini ke Dataran Tinggi, Tapi Malang Nasibnya

Penjabat sementara Kepala Urusan Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, pelaku perudapaksa siswi SMP tersebut telah berhasil ditangkap.

Editor: ribut raharjo
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, RIAU - Pandemi Covid-19 memaksa anak sekolah belajar secara daring.

Bagi mereka yang berada di tengah perkotaan, urusan sinyal internet bukan jadi masalah.

Sedang mereka yang tinggal di pedalaman, jelas ketika belajar harus keluar rumah mencari sinyal yang kuat untuk perangkat belajarnya.

Namun betapa malangnya siswi SMP yang tinggal di daerah pedalaman di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau ini.

Dia terpaksa keluar rumah, mencari dataran tinggi di hutan untuk mendapatkan sinyal demi belajar daring.

Di situlah dia dihampiri seorang pria yang kemudian merudapaksanya.

Penjabat sementara Kepala Urusan Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, pelaku perudapaksa siswi SMP tersebut telah berhasil ditangkap.

"Pelaku berinisial JPN (23), ditangkap Polsek Kelayang beberapa jam setelah pelaku merudapaksa korban. Korban seorang siswi SMP berusia 15 tahun," kata Misran kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (23/1/2021).

Misran mengatakan, pelaku sudah beberapa kali merudapaksa korban sejak 2020 lalu.

Aksi bejat itu terakhir kali dilakukan pelaku pada Minggu (10/1/2021), sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban yang saat itu sedang belajar online tidak dapat menghindar karena sedang berada di hutan yang sepi untuk mencari sinyal internet.

"Saat itu, korban sedang berada di dataran tinggi agar bisa mendapat sinyal internet untuk daring tugas sekolah. Lalu pelaku datang dan merudapaksa korban," kata Misran.

Ia menjelaskan, kasus ini mulai terungkap ketika sang Ibu korban melihat anaknya bertengkar dengan pelaku pada Minggu (17/1/2021).

Bahkan, pelaku mencekik leher korban ketika berada di rumahnya. Saat itu, Ibu korban memarahi pelaku dan pelaku langsung pergi.

"Ibu korban bertanya kenapa pelaku mencekiknya. Dengan rasa takut, akhirnya korban bercerita pada Ibunya bahwa pelaku memaksa untuk berhubungan badan. Namun, korban menolak hingga pelaku marah dan mencekik leher korban," kata Misran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved